Dinas Komunikasi & Informatika (Diskominfo) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), menyelenggarakan acara Focus Grup Discussion (FGD) yang dilaksanakan di Aula Diskominfo Sumbar, Senin (27/11).
Acara yang mengusung tema "Anti Narkoba dan Anti Hoaks" tersebut menghadirkan tiga pemateri, yaitu Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar, AKBP. Emrizal Hanas, SH., Drs. M. Natsir, Dt. Sampono Batuah, dan Komisaris Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Sumbar, Rino Zulyadi, S.S., M.Pd.
Salah seorang pemateri, Rino menyampaikan bahwa ada empat ciri-ciri berita hoaks. "Biasanya berita hoaks itu sumber beritanya kurang bisa dipercaya, foto dan vidio tidak sesuai dengan isi berita, mengandung unsur politik dan sara, serta sering mendapat komentar negatif. Namun, di sisi lain juga ada yang percaya berita tersebut," ujarnya.
Pada diskusi tersebut, terwujud sebuah forum lembaga terpadu antarstakeholder, yaitu BNN, Kantor Wilayah Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Lembaga Kerapatan Alam Minangkabau, Diskominfo, serta Organisasi Siswa Intrasekolah Sekolah Lanjutan Tingkat Atas se-Kota Padang, yang memanfaatkan konten lembaga penyiaran televisi dan radio untuk menayangkan iklan pencegahan hoaks dan bahaya narkoba sebagai kewajiban 20% iklan layanan masyarakat.
Komentar (0)