Dua dari seratus penduduk Indonesia usia 10-59 tahun merupakan pengguna narkoba. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Emrizal Hanas pada acara Forum Group Discuission (FGD) di Aula Kominfo, Senin (27/11).
Acara yang mengusung tema "Anti Narkoba dan Anti Hoaks" ini, diadakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumbar.
Berdasarkan kajian yang dilakukan Pusat Peneltian Kesehatan Universitas Indonesia bekerja sama dengan BNN pada 2014 lalu, menunjukkan bahwa 50,34 persen yang melakukan penyalahgunaan narkoba adalah pekerja swasta dan pemerintah. Disusul 27,32 persen oleh pelajar dan mahasiswa serta 22,34 lagi dilakukan oleh pengangguran.
Menurut Emrizal, faktor yang menyebabkan narkoba tetap berjaya di Indonesia adalah masyarakat Indonesia sendiri. Kebanyakan masyarakat masih takut untuk melaporkan pengguna yang mereka ketahui. Terlebih lagi, masyarakat juga belum sadar untuk melakukan rehabilitasi secara sukarela dikarenakan narkoba dianggap aib keluarga. "Masyarakat berpikir bahwa hanya penjara yang dapat menimbulkan efek jera bagi penggunanya," tuturnya .
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat Sumbar untuk berhati-hati dengan penyebaran Narkoba. Ada 800 jenis narkoba baru dan 65 di antaranya telah masuk ke Indonesia. Meningkatkan komunikasi di dalam keluarga menjadi penjaga utama dari narkoba. "Orangtua diminta untuk memberikan edukasi dan mendengarkan curahan hati dari anak agar dia tidak lari ke norkoba," tutupnya.
Komentar (0)