Pendidikan Indonesia saat ini dihadapkan dalam permasalahan yang kompleks, mulai dari sistem, tata kelola, dan implementasi yang tidak sesuai harapan bangsa. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar, M. Pd.,Wakil Rektor IV Universitas Negeri Padang (UNP) pada Seminar Nasional Pendidikan Jasmani di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Minggu (26/11).
Lebih lanjut, Syahrial mengatakan bahwa permasalahan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia tidak hanya berasal dari pemerintah. Peran tenaga pendidik dalam menjalankan roda pendidikan sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan yang ada.
"Pemerintah sudah menjalankan tugas mereka. Pertanyaannya, sudahkah kita melaksanakan tugas mulia untuk memberikan pendidikan dengan baik?" tanyanya di hadapan 184 peserta yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan perwakilan guru pendidikan jasmani (Penjas) se-Indonesia.
Senada dengan Syahrial, Kementrian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dr. Eddy Purnomo, M.Kes., AIFO., menjelaskan bahwa seorang guru dalam menjalankan tugas profesional selalu dihadapkan pada banyak masalah. Di antaranya, materi, metode, dan media yang mempengaruhi minat siswa dalam mengikuti pelajaran secara aktif dan fokus. "Karena itu, seorang guru perlu menggunakan etika profesional dan pertimbangan akademik untuk dapat mengambil keputusan yang tepat," jelasnya.
Salah satu peserta, Muhammad Rum, S.Pd., sekaligus Guru Penjas di SMAN 1 Sungai Aur, Pasaman Barat, mengatakan pendidikan di Indonesia masih memerlukan pembenahan, terutama dalam penerapan kurikulum. Rum beranggapan bahwa permasalahan yang dihadapi guru saat ini dikarenakan ketidakjelasan dalam penerapan kurikulum yang selalu berganti. "Kalau selalu diubah setiap kurun waktu tertentu, itu sangat susah karena kita harus belajar lagi," ujarnya.
Rum berharap kedepannya pemerintah dapat menerapkan kurikulum yang konsisten sebagai pedoman pengajaran di Indonesia. "Dengan diterapkannya hal tersebut, semoga kita bisa lebih berprestasi di bidang akademik terutama dalam penjas itu sendiri," harapnya.
Komentar (0)