Alumni Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (MPALH) angkatan ke-11, Warisma Fitri, S. Pd., memberikan materi pada acara Seminar Kepelatihan Manajemen Ekspedisi dengan tema "Management Of Successful Expedition", bertempat di ruang sidang PKM Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (25/11).
Dalam penyampaiannya, Fitri menjelaskan bahwa manajemen ekspedisi merupakan perjalanan untuk mencapai suatu tujuan.
Lebih lanjut, ia juga menjelaskan bahwa ada sembilan persiapan yang diperlukan untuk memulai sebuah ekspedisi. "Dalam manajemen ekspedisi banyak hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan," jelasnya.
Pertama, menentukan tujuan dari ekspedisi. Dalam menentukan tujuan harus jelas bentuk kegiatan, tempat, waktu, capaian kegiatan, dan pelaksanaan kegiatan. "Jangan melakukan perjalanan hanya karena nekat dan coba-coba saja bersama teman-teman, takutnya nanti nyasar," terangnya.
Kedua, Mencari gambaran atau informasi. Sebelum melaksanakan ekspedisi, kita harus mengetahui informasi daerah tujuan, bentuk kegiatan yang akan direncanakan, informasi gambaran tentang orang atau kelompok yang pernah melakukan ekspedisi ke tempat tersebut, dan pembiayaan yang diperlukan. "Kita harus mengetahui kultur budaya masyarakat sekitar tempat ekspedisi, bagaimana cuaca di sana, supaya kita bisa mempersiapkan hal-hal yang diperlukan," ujarnya.
Ketiga, menentukan kepanitian dan pembagian tugas. Dalam sebuah ekspedisi tidak lepas dari kepanitian yang mengurus banyak hal, baik itu pembuatan proposal, perizinan, pencarian dana, evaluasi, dan sebagainya. "Suksesnya sebuah ekspedisi bukan hanya terletak pada orang yang berangkat ekspedisi saja, tapi dari seluruh kepanitian dan rekan-rekan kepanitian," jelasnya.
Keempat, merencanakan dan membuat time schedule ekspedisi. Mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan. "Hal ini tentu sesuai dengan ekspedisi apa yang akan dilakukan," paparnya.
Kelima, menyusun perencanaan teknis di lapangan. Hal yang harus direncanakan adalah jadwal kegiatan, rencana perjalanan, skenario perjalanan, pembagian kerja, transportasi, dan logistik perlengkapan perbekalan. "Dasar utama yang harus diperhatikan adalah bagaimana skenario perjalannanya," jelas Fitri.
Keenam, pembentukan tim atau peserta ekspedisi. Dalam mempersipkan tim harus memiliki kesiapan personil, kondisi fisik, kemampuan ilmu, dan pengalaman ekspedisi personil. Hal yang terpenting adalah jangan mengaggap remah seseorang. "Letak kekuatan tim bukan personil yang kuat, tapi terletak pada personil yang lemah," tegasnya
Komentar (0)