Untuk menjadi High level person in comunication,harus bisa menerapkan tiga V. Hal tersebut disampaikan oleh Nofrion Sikumbang selaku pemateri dalam kelas Pelatihan Public Speaking and Broadcasting School, di Multipurpose Studio Radio Republik Indonesia (RRI) Padang, Sabtu (18/11).
High level person in comunication merupakan cara bagaimana seseorang menempatkan dirinya dalam komunikasi.
Adapun yang dimaksud tiga V, kata Nofrion yaitu voice, verbal, dan visual.
Pertama, voice atau kontrol suara. Komunikator yang baik harus bisa mempertahankan tinggi dan rendahnya suara, karena hal tersebut dapat mempengaruhi perhatian penonton. Kedua,verbal yang dimaksud yaitu pilihan kata yang tepat sesuai kondisi acara. Untuk mengasah verbal, mulailah dari membaca, meringkas dan menyampaikan. Ketiga, visual atau penampilan, yaitu mengoptimalkan penampilan dengan cara menonton dan mengkoreksi kembali video penampilan yang sudah direkam.
"Kalau masih malu, bisa rekam sendiri dan koreksi sendiri. Tapi, lebih baiknya minta seseorang untuk mengomentari," ujar Nofrion yang juga merupakan Dosen Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang.
Lebih lanjut, disamping tiga hal tersebut, Nofrion menambahkan bahwa komunikator harus smarth in presentation, artinya presentasi tidak hanya berupa produk atau makalah saja, melainkan dapat berupa perkenalan diri dan tanya jawab dalam forum.
Berbicara efektif, efisien, ekspresif, dan respek, sangat diperlukan untuk menjadi komunikator yang baik. Hal tersebut bertujuan agar komunikator terlihat cerdas di depan audiensi.
"Tidak perlu berbicara panjang lebar jika inti pembicaraannya dapat disampaikan dengan satu atau dua kalimat saja," jelasnya.
Kemudian, ekspresi wajah harus sesuai dengan makna dari kalimat yang diucapkan. Selain itu, kalimat yang diucapkan tidak terkesan menggurui, apalagi merendahkan audiensi.
"Terlihat cerdas memang agak susah. Namun, dengan pribadi yang baik kecerdasan akan muncul dengan sendirinya," tutup Nofrion.
Komentar (0)