"Apa itu bahagia?" tanya Felix Siauw saat mengisi Seminar Inspiratif Yuk Ngaji di Aula Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (19/11).
Acara dengan tema The Miracle of Hijrah ini diadakan oleh Komunitas Yuk Ngaji yang mendatangkan tiga orang pemateri, yakni Felix Siauw, Husain Assadi, dan Cahyo Ahmad Irsyad.
Dalam paparan materinya, Felix Siauw mempertanyakan apa arti kebahagiaan. Menurut Felix banyak yang salah kaprah tentang apa arti kebahagiaan dalam hidup. "Banyak yang berpikir kalau kaya adalah bahagia. Apakah betul demikian?" tanyanya kembali.
Jika bahagia adalah kekayaan, maka bagaimana dengan CEO Hyundai yang bunuh diri dari lantai 33 gedungnya. Padahal sebagai CEO, apa yang tidak dia punya. Selanjutnya, jika bahagia adalah popularitas. "Banyak artis yang mengaku bahwa mereka tidak bahagia meskipun mereka cantik, kaya, dan populer," ungkapnya.
Menurut Felix, kaya, cantik, populer dan makan makanan yang enak itu adalah nikmat. Kenikmatan yang ada batasnya karena hanya ada di dunia. Kenikmatan yang fana, kenikmatan yang juga dirasakan ketika berbuat maksiat. Misalnya kenikmatan atau kesenangan ketika berpacaran, dan lainnya.
Sementara dalam Al-Quran, kebahagiaan selalu dikaitkan dengan Allah SWT. Hal ini dikarenakan hanya Allah SWT pemberi kebahagiaan. "Sebab itu, yang taat pasti bahagia, sementara yang maksiat pasti sengsara," tandasnya.
Untuk menuju ketaatan dari maksiat, kata Felix, orang harus hijrah. Dalam hijrah akan ada kesulitan. Dari ujian inilah diketahui bahwa seseorang istiqomah atau tidak ketika mengatakan bahwa Tuhannya adalah Allah SWT dan taat padanya.
"Sampai kapan akan mempertahankan kemaksiatan. Sampai kapan Anda masih ngotot untuk tidak hijrah?" tanyanya sebagai penutup materi.
Komentar (0)