Direktorat Pendidikan Kementerian Perencananaan Pembangunan Negara, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN-Bappenas), Amich Alhumami, MA, M.Ed., P.hD., mengatakan bahwa guru merupakan roh atau sukma pendidikan Indonesia. Guru berperan sebagai sentral pendidikan dan faktor kunci pendidikan.
Dikarenakan itu, guru perlu memacu diri dalam dua hal, yakni kemampuan memahami materi, dan kemampuan pedagogi. "Keduanya harus menyatu agar menjadi guru profesional," ujarnya pada Seminar Nasional Pendidikan yang berlangsung di Auditorium Universitas Negeri Padang, Senin (6/11). Seminar yang diikuti sekitar 1.500 peserta yang terdiri dari guru, penggiat pendidikan, mahasiswa dan dosen.
Amich, menjelaskan bahwa guru harus mampu memantau hasil belajar peserta didik. Misalnya, melalui hasil ujian nasional, kebanyakan siswa dari sekolah bergengsi atau siswa yang berasal dari keluarga mampu selalu mendapatkan nilai baik. Hal ini dikarenakan siswa tersebut mendapat pelajaran tambahan di luar sekolah, seperti bimbingan belajar.
Berdasarkan penelitian Programme for International Student Assesment (PISA) dari 2009-2015, hasil kinerja guru memiliki perkembangan yang lambat. Saat ini, kata Amich, kualitas guru di Indonesia belum membanggakan, ini dibuktikan dengan hasil rata-rata uji kompetensi guru tahun 2015 yang baru mencapai 56,59 dari skala 100.
Selain itu, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi. Seperti, banyaknya guru yang belum memenuhi persyaratan sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen terkait kualifikasi dan sertifikasi. Kemudian, jumlah guru secara nasional sudah berlebih, namun distribusi dilakukan kurang merata baik antarsekolah, antarwilayah, dan antarbidang studi.
Lebih lanjut, Amich menjelaskan bahwa program pelatihan sertifikasi sangat penting untuk meningkatkan mutu pendidikan. Namun saat ini, kata Amich, program sertifikasi kompetensi guru baru berhasil meningkatkan kesejahteraan guru, dan belum mampu meningkatkan mutu dan hasil pembelajaran. "Mungkin karena motodenya yang kurang tepat," ujarnya dihadapan sekitar 1500 peserta yang terdiri dari guru, penggiat pendidikan, mahasiswa dan dosen.
Komentar (0)