Kota Padang direncanakan menjadi salah satu Kota Peduli Disabilitas di Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, S.P., pada acara seminar nasional inklusi di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Negeri Padang (UNP), Sabtu (4/11).
"Baru-baru ini, Kota Padang menghadiri seminar internasional berkaitan dengan Kota Peduli Disabilitas yang mana saat ini Unesco sedang membuat jaringan kota-kota peduli disabilitas di dunia," ungkap Mahyeldi.
Saat ini, Kota Padang sedang berupaya untuk memperbaiki infrastruktur pendukung yang ramah penderita disabilitas. "Inilah salah satu bukti begitu semangatnya Kota Padang untuk menjadi Kota Peduli Disabilitas," terangnya.
Lebih lanjut, Mahyeldi menyampaikan bahwa setiap orang diciptakan memiliki kekurangan dan kelebihan. "Disinilah peran pendidikan dibutuhkan untuk menggali potensi mereka," jelasnya.
Berdasarkan data Dinas Pendidikan Sumatera Barat (Sumbar), jumlah anak berkebutuhan khusus mencapai 6.133 orang. Rinciannya, 124 tunanetra, 897 tunarungu, 3.437 tunagrahita, dan 195 tunadaksa. Selain itu, 128 tunalaras, 798 autis, 159 Attention Deficit Hyperactivity Disorder, dan 395 orang kesulitan belajar.
Di Sumbar tercatat sebanyak 1.046 sekolah telah menjadi sekolah penyelenggara pendidikan iklusi. Rinciannya, 287 sekolah dasar, 79 sekolah menengah pertama, dan 49 sekolah menegah atas.
"Diupayakan pendidikan inklusi ini lebih diterapkan pada Pendidikan anak usia dini,"ujar Mahyeldi.
Seminar nasional inklusi diadakan oleh Jurusan Pendidikan Luar Biasa FIP UNP. Acara dihadiri oleh 410 peserta.
Komentar (0)