"Ketika suatu negara berdiri hanya memiliki satu cita-cita, yaitu mewujudkan masyarakat adil, makmur, sejahtera, dan sentosa," ujar Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau Indonesia Port Corporation (IPC), Elvyn G Masassya saat kegiatan BUMN Hadir di Kampus, Sabtu (28/10).
Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, kata Elvyn, Indonesia menghadapi lima tantangan besar. Pertama, inequality development, yakni pembangunan yang belum merata serta masih tingginya angka kemiskinan di Indonesia.
Kedua, ketahanan energi dan pangan. Hal ini dikarenakan tingginya ketergantungan terhadap impor migas dan pangan untuk memenuhi kebutuhan domestik sedangkan sumber energi lainnya melimpah, seperti pertanian dan perkebunan.
Ketiga, Infrastruktur dan industri dasar. Lemahnya daya saing infrastuktur dan manufaktur serta ketergantungan terhadap impor material coasts serta indeks infrastuktur Indonesia masih rendah.
Keempat, akses layanan keuangan masyarakat Indonesia masih rendah dibandingkan dengan negara lain dikarenakan banyak nonbankable, yakni nasabah yang belum memenuhi persyaratan yang diberikan oleh pihak bank. Elvyn mengatakan bahwa sebagian masyarakat di pedesaan belum tau akan e-money.
Kelima, sumber daya manusia. Elvyn menjelaskan bahwa jumlah tenaga kerja terdidik dan produktivitas tenaga kerja Indonesia masih rendah dibandingkan tenaga kerja regional sehingga perlu keterampilan tambahan.
Elvyn menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai 270 juta penduduk tetapi angkatan kerja produktif hanya 41% sedangkan 59% belum masuk ke angkatan kerja produktif.
Berdasarkan data dari Labor Productivity Level Per Worker GDP 2012, angkatan kerja produktif Indonesia di angka 20, Thailand 22.9, Malaysia 46.6, Amerika 102.6, Singapura 114.4. "Indonesia masih jauh dari Amerika dan Singapura," ujar Elvyn pada kegiatan yang berlangsung di Gedung Hospitality Center Universitas Negeri Padang Lantai 4.
Lebih lanjut, Elvyn menjelaskan bahwa dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara yang adil, makmur, dan sejahtera, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia memiliki satu pola yang disebut dengan trisakti. Di mana negara harus berdaulat dengan artian tidak semua orang dari negara lain bisa masuk ke Indonesia.
Komentar (0)