Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh pembawa acara dalam membawakan acara resmi. Hal ini disampaikan oleh salah seorang penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) Heroza Firdaus dalam acara Pelatihan Public Speaking and Broadcasting School yang ke-6 di Studio RRI, Sabtu (22/10).
Heroza menyampaikan bahwa terdapat perbedaan antara pembawa acara resmi dengan pembawa acara hiburan atau pembawa acara lain.
Pembawa acara resmi tidak boleh salah menyebutkan satu kata pun. Kata Heroza, penonton akan memperhatikan kesalahan pembawa acara yang bahkan dapat menjadi bahan tawaan. "Kalau pembawa acara salah, akan dijadikan bahan tawaan. Tapi, kalau pembawa acara benar, paling-paling dapat terima kasih dari panitia," candanya.
Hal yang harus diperhatikan oleh pembawa acara resmi adalah posisi mikrofon atau mik harus sesuai dengan tinggi badan. Posisi mik yang terlalu jauh dari mulut dapat membuat suara kurang jelas. "Kalau suara kurang jelas, penonton tidak tertarik mendengarkan," ujar Heroza.
Selain itu, Heroza mengatakan bahwa pembawa acara harus memegang mik dengan tangan kanan. "Walaupun ini hal sepele, tidak sopan jika pembawa acara memegang mik dengan tangan kiri," ujarnya.
Lebih lanjut, pembawa acara harus mengenali jenis suaranya. Sebisa mungkin, kata Heroza, pembawa acara harus mampu mengatur suara agar tidak terdengar sumbang. "Minta teknisi untuk menyesuaikan mik dengan jenis suara kita," ujarnya.
Menurut Heroza memeriksa urutan dan pengisi acara sangat penting bagi seorang pembawa acara. "Koordinasi dengan sesi acara sangat diperlukan. Jangan sampai pengisi acara sudah dipanggil, ternyata belum siap," ujarnya.
Intonasi dan penekanan kalimat harus pas. Kata Heroza, penekanan pada acara puncak harus tegas dan jelas. Sehingga, perhatian penonton tersita untuk menyaksikan. Intonasi dalam satu kalimat harus sesuai, tapi tidak perlu berlebihan dan tidak datar. "Berlebihan tidak bagus dan kalau datar lebih tidak bagus lagi," ujarnya.
Heroza menyampaikan bahwa sangat penting bagi pembawa acara untuk mendapatkan perhatian penonton. Oleh sebab itu, pembawa acara tidak boleh memasang wajah sombong dan harus menampilkan wajah ramah sebisa mungkin. "Wajah sombong akan membuat penonton malas untuk memandang pembawa acara," ujarnya.
Komentar (0)