Generasi muda saat ini lebih ramah dalam menghadapi perkembangan teknologi dan internet. Oleh karena itu, salah satu cara jitu untuk menjaga mutu jurnalisme pada era digital adalah membuat berita online.
Hal tersebut diungkapkan Redaktur Senior Tirto.id, Fahri Salam, pada acara Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PKJTLN) Surat Kabar Kampus Ganto Universitas Negeri Padang di Sawahlunto, Selasa (3/10).
Lebih lanjut, Fahri mengungkapkan bahwa perkembangan teknologi dan internet juga mempengaruhi konsumsi masyarakat terhadap berita.
"Perkembangan teknologi dan internet mempengaruhi gerak berita pada saat ini," tegasnya. Meski demikian, kata Fahri, masyarakat cenderung mengakses informasi bersifat hiburan daripada berita.
Dia pun membandingkan kebiasaan masyarakat dahulu dengan yang sekarang. "Jika dulu orang biasa duduk-duduk pagi sambil minum teh dan baca koran, sekarang orang lebih suka duduk sambil pegang handphone. Orang lebih sering berinteraksi dengan dawai ketimbang koran," ujarnya.
Padahal, menurut Fahri, ditinjau dari segi penulisannya, berita online dan berita cetak tidak berbeda. Pada dasarnya, berita tetap harus mencakup 5W dan 1H.
Hanya saja, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan dalam penulisan berita online. Salah satunya adalah tampilan pada web berita. Agar lebih menarik pembaca, tampilan web berita harus sesuai dengan dawai yang dipakai oleh pembaca.
Selain itu, paragraf pada berita online tidak boleh tersusun atas kalimat yang panjang. Cukup tiga sampai empat baris untuk mempermudah pembaca agar tidak jenuh dalam membaca.
"Sebisa mungkin penulisan paragraf gendut harus dihindari," ujarnya.
Hal yang lebih penting, ungkap Fahri, manajemen redaksi online harus diperhatikan lagi. Redaktur untuk berita online hendaknya dibuat khusus agar berita lebih jelas dan terarah.
"Karena berita online harus dipublikasikan di banyak media sosial, maka harus ada manajemen khususnya," tutupnya.
Komentar (0)