"Terdapat empat indikator utama dalam menentukan peringkat suatu universitas menurut The Time Higher Education Suplement yang bekerja sama dengan Quacquarelli Symonds," ujar Rektor Universitas Negeri Padang (UNP), Prof. Ganefri, Ph. D., saat pidato pada Rapat Wisuda Terbuka UNP periode ke-109 dan Dies Natalis UNP ke-63 di Auditorium UNP, Senin (18/9).
Keempat kriteria utama tersebut, yakni kualitas penelitian, kesiapan kerja lulusan, pandangan internasional, dan kualitas pengajaran. Dari keempat indikator di atas, kata Ganefri, kualitas penelitian (research quality) merupakan indikator terpenting dalam penentu mutu suatu perguruan tinggi.
Lebih lanjut, Ganefri menyampaikan, saat ini UNP tengah berupaya dalam peningkatan kualitas dan kuantitas penelitian dan publikasi ilmiah yang merupakan cerminan aktualisasi diri para peneliti dalam pengembangan ilmu pengetahuan. "Jumlah dan kualitas publikasi merupakan harga diri sebuah perguruan tinggi dan negara dalam pergaulan akademisinya," tambah Ganefri.
Berdasarkan data Publikasi Scopus pada 31 Juli 2017, kata Ganefri, Indonesia berhasil melewati Thailand dalam hal jumlah publikasi ilmiah. Thailand memiliki 8.204 artikel, berbeda dengan Indonesia yang telah mencapai 9.349 artikel. Dikarenakan hal itu, Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi pada tahun 2017 ini, menargetkan publikasi sebanyak 15.000.
Menaggapi hal tersebut, kata Ganefri, UNP telah mempersiapkan diri untuk berpartisipasi aktif dalam mencapai target tersebut. UNP di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat serta Pusat Pengelolaan Jurnal, telah mendorong untuk melakukan publikasi hasil penelitian yang dilakukan para dosen. "Saya menargetkan minimal, tahun 2017 ini 300 publikasi internasional dapat dihasilkan," ujar Ganefri.
Gebrakan lain yang dilakukan UNP guna mencapai target tersebut yakni dengan menerbitkan Online Journal System pada masing-masing fakultas. Pada tahun ini, kata Ganefri, di UNP telah terdapat 47 jurnal yang sudah aktif.
Komentar (0)