Makanan beku buatan sendiri lebih aman, segar, dan sehat dikonsumsi walaupun disimpan dalam jangka waktu yang lama.
Hal ini disampaikan oleh salah seorang tim dosen pengabdian masyarakat Jurusan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP), Dra. Suryelita, M.Si., Minggu (10/9).
Suryelita bersama tiga orang rekannya sesama dosen mengadakan Pelatihan dan Pengolahan Makanan Beku Tanpa Bahan Pengawet untuk Industri Rumah Tangga.
Bertempat di Nagari Anduring Kecamatan 2 x 11 Kayutanam Kabupaten Padang Pariaman, pengabdian masyarakat tersebut digelar pada 10 dan 21 September.
Suryelita menuturkan bahwa makanan beku buatan sendiri memiliki beberapa keuntungan. Keuntungan tersebut yaitu pengolahannya yang lebih sederhana karena produk sudah bersih dan menjamin ketersediaan pasokan sepanjang tahun dengan umur simpan yang relatif panjang.
Selain itu, keuntungan lainnya yaitu makanan lebih terjamin karena dibekukan dalam keadaaan segar. "Keuntungan membuat makanan beku sendiri lebih banyak dibandingkan dengan membelinya," ujarnya.
Lebih lanjut, Suryelita menambahkan bahwa makanan beku buatan sendiri bebas dari bahan pengawet. Saat ini, makanan beku yang dijual dengan kemasan langsung mengandung bahan pengawet.
Padahal, pengawet makanan memiliki efek samping jika dikonsumsi secara terus menerus. Beberapa efek samping yang akan dirasakan, di antaranya kesulitan bernapas, iritasi kulit, diare, mual, sakit kepala, kerusakan jantung, kerusakan ginjal, bahkan penyakit kanker.
Menurut Suryelita, masyarakat lebih baik memasak makanan dengan pengawet alami. Contohnya yaitu dengan menggunakan gula, garam, pembekuan, dan pengeringan.
Namun, jika memang memerlukan pengawet sintetis atau zat kimia, masyarakat sebaiknya menggunakan pengawet yang diizinkan, seperti, asam benzoat, asam sorbat, asam karbosilat, dan kalsium benzoat. "Selagi bisa memakai pengawet alami, kita gunakan saja yang alami," ujarnya.
Komentar (0)