"Mengapa kita menjadi seorang jurnalis?"
Pertanyaan tersebut menjadi pembuka materi mengenai "Unsur Berita, Nilai, dan Jenis Berita" yang disampaikan oleh Elfiyon Tanjung pada kegiatan Pendidikan Latihan Dasar (Diklatsar). Kegiatan ini diadakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kampus Institut Agama Islam Negeri Imam Bonjol Padang di Aula Balai Latihan Pendidikan Teknik Sumatra Barat, Jum’at (11/11).
Di hari pertama ini, hadir tiga orang pemateri dengan materi yang berbeda. Di antaranya, yaitu Muhammad Nasir dengan materi "Prinsip-Prinsip Jurnalis dan Profesionalisme", Elfiyon Tanjung dengan materi "Unsur Berita, Nilai, dan Jenis Berita", dan Zulfikar dengan materi "Wawancara dan Narasumber".
Dalam materinya, Elfiyon memaparkan bahwa banyak orang yang mengatakan, saya ingin menjadi jurnalis supaya bisa keliling dunia gratis, dekat dengan pejabat, ingin menambah keahlian menulis, dan lain-lain. "Semua jawaban itu tidak ada yang salah, tergantung dari diri kita," ujarnya.
Elfiyon menambahkan, berita adalah laporan peristiwa yang mengandung fakta dan pendapat opini yang aktual, menarik, dan penting. Selain itu, popularitas narasumber merupakan salah satu daya tarik dalam pembuatan berita. Semakin populer narasumber tersebut, maka semakin menarik berita itu.
"Semua peristiwa bisa menjadi berita, tetapi tidak semua peristiwa layak diberitakan," lanjutnya. Efilson menyampaikan Sebuah kalimat yang ia kutip dari Charles Anderson Dana seorang American Jurnalist 1819-1897, yang berbunyi When a dog bites a man that is not news, but when a man bites a dog thiat is news (Ketika seekor anjing menggigit seorang pria itu bukan berita, tetapi ketika seorang pria menggigit seekor anjing itu adalah berita).
Muhammad Nasir, selaku pemateri pertama mengatakan, ada lima hal yang harus diperhatikan dalam membuat berita, yaitu aktual, objektif, fair, seimbang, dan netral.
Selain itu, Zulfikar yang merupakan pemateri ketiga menjelaskan, hal yang terpenting sebelum melakukan wawancara adalah memahami isu yang akan diangkat dan mempersiapkan pertanyaan. "Hal ini dikarenakan agar pada saat wawancara tidak terjadinya miss comunication dengan narasumber," imbuhnya.
Penulis: Wildan*
Editor: Oktri*
Komentar (0)