Achyar Sikumbang, salah seorang ilustrator Sumatra Barat, menggelar pameran tunggal di Ruang Galeri Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) , Senin-Jumat (7-11/11). Karya senirupa yang ditampilkan bukan hanya ilustrasi, tapi juga lukisan, arsip seni, dan sketsa.
Ketua Pelaksana, Riri Trinanda, S.Pd. M.Si., mengatakan jumlah karya seni rupa yang dipamerkan tidak bisa dirincikan, misalnya karya ilustrasi. Ia menjelaskan bahwa ilustrasi yang dihasilkan Achyar sudah mencapai puluhan ribu. Semua itu dikumpulkan dari 1970 sampai sekarang. "Ilustrasi yang kita pajang di dinding hanya sekitar 100 lebih. Melalui proses seleksi, tentunya," jelas Riri, Senin (7/10).
Achyar merupakan ilustrator yang berjasa melahirkan karakter Tanbaro di koran Singgalang. Meski berumur 70 tahun, tapi semangat berkarya tidak boleh hilang. Hal ini terlihat pada diri Achyar yang konsisten melahirkan karakter Tanbaro sampai sekarang. "Hari ini kita tampilkan seluruh karakter Tanbaro dari versi pertama sampai 2016 ini. Silahkan dinikmati!" imbuhnya.
Selain itu, Achyar juga merupakan pensiunan dosen Jurusan Seni Rupa FBS UNP. Banyak generasi muda yang belum melihat karya-karyanya. Pameran ini bertujuan untuk menjembatani proses kreativitas Achyar kepada calon-calon perupa baru, baik itu mahasiswa, umum, maupun periset. "Soalnya, Achyar bukan hanya ilustrator, dia juga punya kliping tentang perkembangan seni rupa Indonesia," ujarnya.
Lebih lanjut, Riri menjelaskan bahwa pameran tunggal kali ini berbeda dengan pameran yang digelar biasanya. Bukan hanya menampilkan karya seni rupa dalam bentuk grafis di dinding, tetapi juga menyuguhkannya dalam bentuk arsip. "Arsip tersebut nantinya akan didonasikan ke Perpustakaan Jurusan Seni Rupa," jelasnya.
Sementara itu, Achyar menjelaskan bahwa proses kreatifnya dalam seni rupa tidak bisa dilepaskan dari pengalamannya ikut mendirikan surat kabar Mingguan Mahasiswa. Koran tersebut didirikan bersama teman-temannya sewaktu masih kuliah di UNP yang dulunya bernama IKIP Padang pada 1970. Meski dicetak dalam bentuk stensilan, tetapi koran tersebut menjadi rebutan mahasiswa. "Dari sanalah saya diminta untuk membuat ilustrasi," ujarnya.
Achyar bercerita bahwa banyak teman-temannya yang merupakan cerpenis, seperti Haris Efendi Thahar, Makmur Hendrik, dan Syaiful Umar, memintanya untuk membuat ilustrasi atas cerpen-cerpen yang mereka dibuat. "Saya senang ilustrasi cerpen saya diterbitkan. Cerpen jelas ada honornya, tetapi yang ilustrasi tidak tahu saya ada honornya," ujarnya
Komentar (0)