Setelah sukses pada Layar "Kampus I" dengan memutar film HOME, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan Layar "Kampus II" di Teater Tertutup FBS, Rabu malam (2/11).
Film yang diputar kali ini berjudul "Salisiah Adat" yang merupakan karya Ferdinand Almi, mahasiswa Institut Seni Padang Panjang. Film yang menceritakan masalah pertentangan dalam tradisi Minangkabau yang berbeda arah ini dibintangi oleh Muslim dan Ros. Muslim, lelaki asal Pariaman ini bekerja di Payakumbuh sebagai penyapuh emas. Di sanalah ia bertemu dengan Ros, gadis Payakumbuah yang memikat hatinya.
Perbedaan adat Pariaman dan Payakumbuah membuat kisah percintaan mereka ditentang oleh pihak keluarga. Orang tua Ros dan orang tua Muslim tidak merestui hubungan mereka. Permasalahan utama yang membuat pihak keluarga tidak memberikan restu karena uang jemputan dari masing-masing keluarga yang terlalu tinggi. Namun, pada akhirnya Ros dan muslim tetap menikah. "Adaik babuhua sentak" begitulah jalan penyelesaian dari kedua belah pihak ninik mamak masing-masing keluarga.
Salah satu penonton, Afriyanto, mengaku tertarik dengan film ini. Awalnya hanya melihat informasi dari instagram. "Walaupun saya bukan orang minang, tapi saya juga ingin mengenal adat di minang," ungkap mahasiswa pendidikan TM 2016 ini.
Sekretaris acara, Hidayatul Azmi mengaku terkejut atas ramainya penonton yang hadir. "Ini tidak seperti yang kami bayangkan, kami bersyukur atas apresiasi yang diberikan penonton hari ini," tuturnya.
Usai pemutaran film, panitia memberikan kesempatan kepada penonton untuk berdiskusi langsung dengan sutradara. Antusias penonton terlihat dari banyaknya pertanyaan. Mulai dari mengapa ide diangkatkan, setting, pemilihan tokoh, biaya, serta berapa lama waktu yang dihabiskan dalam penggarapan film. Semua itu dijawab tuntas oleh sang pemuda asli Payukumbuah ini. Animo penonton yang sangat tinggi membuat beberapa penonton harus rela berdiri karena kursi yang tersedia sudah terisi penuh oleh penonton.
Reporter: Arrasyd*
Editor: Alfendri*
Komentar (0)