Mengusung tema Unlock The World Go Study Abroad, Unit Kegiatan Bahasa Asing (UKBA) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan Seminar International English Language Testing System (IELTS) 2016, Sabtu (29/10).
Acara yang berlangsung di Aula Fakultas Ilmu Keolahrgaan UNP ini merupakan seminar pertama yang diselenggarakan oleh UKBA pada tahun 2016. Pada seminar tersebut, UKBA menjalin kerja sama dengan TIME Language Centre, yang merupakan salah satu tempat kursus IELTS di Kota Padang.
UKBA mendatangkan Afnesha Noveriana Chang, S.Pd.,M.A. sebagai pemateri. Perempuan yang akrab dipanggil Chang ini merupakan alumnus UKBA yang dulu bernama English Debating Community dan sekarang bekerja sebagai Instruktur di TIME Language Centre.
Dalam pemaparan materi, Chang menjelaskan bahwa IELTS mempunyai beberapa bagian, yakni Listening, Writing, Reading, dan Speaking. Pada soal Listening diberikan waktu 30 menit, Reading 60 menit, Writing 60 menit, dan Speaking 11-15 menit.
Soal Reading terdiri dari enam bagian dengan total 40 pertanyaan. Sedangkan Writing, terdiri dari dua bagian. Bagian pertama mejelaskan tabel, grafik, dan diagram yang dibuat dalam paragraf minimal 150 kata dalam waktu 20 menit. Kedua memberikan sudut pandang terhadap suatu masalah, dibuat minimal 250 kata selama 40 menit.
Lebih lanjut, Chang memberikan beberapa trik menghadapi IELTS. Hal pertama yang harus dilakukan oleh peserta tes adalah menenangkan diri dan tidak boleh grogi. Saat Speaking, tidak perlu terburu-buru dalam menjawab karena yang paling penting adalah pengucapannya harus jelas. Ketika menjawab pertanyaan tim penilai, tambah Chang, peserta sebaiknya antusias dan bersemangat dalam menjawab. "Antusiasnya kita dalam tahap ujian speaking akan jadi nilai tambah tersendiri," ungkapnya.
Sedangkan pada tahap Writing peserta tes harus bisa memanfaatkan waktu, karena di sini ada dua soal. Di samping itu, juga diperlukan tulisan yang jelas. "Tidak perlu bagus, yang penting bisa terbaca," tambahnya.
Selaku ketua pelaksana, Titin Hasri menjelaskan bahwa IELTS sangat dibutuhkan jika ingin melanjutkan studi ke luar negeri. "Kita mahasiswa, khususnya UNP hanya mengetahui TOEFL. Maka dari itu, UKBA mencoba memperkenalkan IELTS, karena syarat diterima di universitas luar negeri membutuhkan nilai IELTS," ujarnya.
Salah seorang peserta seminar, Riko Candra mengatakan bahwa acara ini menambah wawasan mengenai trik menghadapi tes IELTS. "Sayang sekali rasanya jika pandai berbahasa Inggris, kuliahnya tidak di luar negeri," ungkap alumnus Fakultas Ilmu Sosial ini.
Reporter: Lutfi Darwin*
Editor: Arrasyd*
Komentar (0)