Unit Kegiatan Kesenian (Ukkes) Universitas Negeri Padang (UNP) meluncurkan buku antologi Oase Jilid 4 di Aula Fakultas Ilmu Pendidikan UNP Lantai 4, Kamis (27/10).
Ada dua buah buku yang diluncurkan, yaitu buku antologi cerpen Rumah Lain di Bulan dan buku antologi puisi Pasak Negeri. Pada acara tersebut, juga digelar diskusi sastra bersama Boy Candra dan Rangga Putra Riwand. Boy merupakan kurator cerpen dan Rangga merupakan kurator puisi.
Kedua buku tersebut merupakan kumpulan hasil karya mahasiswa yang mengikuti lomba kepenulisan yang diselenggarakan Ukkes. Untuk pengumpulan naskah sendiri digelar pada 26 September sampai dengan 10 Oktober. Dari sekitar 110 peserta yang mendaftar, terdapat 57 cerpen dan 150 puisi diterima oleh panitia. Setelah melalui berbagai seleksi, 18 cerpen dan 65 puisi dinyatakan lolos untuk dibukukan.
Taufiq Tee Hidayat selaku alumni Ukkes mengatakan bahwa, pada buku antologi Oase jilid sebelumnya, cerpen dan puisi digabung dalam satu buku. Berbeda dengan buku antologi Oase Jilid 4, kedua bidang kepenulisan dipisah untuk selanjutnya dijadikan masing-masing satu buku.
"Pada jilid satu sampai tiga, kumpulan puisi dan cerpen itu dijadikan satu buku karena hanya satu kuratornya. Akan tetapi, sekarang itu kan kuratornya ada dua, karena itulah dijadikan dua buku," jelasnya.
Perlu diketahui, Ukkes sendiri rutin meluncurkan buku antologi Oase setiap dua tahun sekali sejak 2009.
Sementara itu, Boy menyampaikan bahwa ada tiga poin yang harus diperhatikan dalam menghasilkan sebuah karya, yaitu kemauan, latihan, dan referensi. Bukan hanya itu, kerapian dalam menulis merupakan salah satu daya tarik penilaian. Sebab, hal ini merupakan salah satu cara untuk menghargai suatu karya.
Boy juga menekankan agar penulis harus sering mengasah kemampuannya. "Kemampuan menulis akan semakin terasah apabila kita sering latihan menulis dan sering membaca. Lakukanlah sebaik mungkin dan lakukan dengan tulus," pesannya.
Senada dengan hal tersebut, Rangga menyampaikan bahwa ketelitian dalam menulis sangat diperlukan. Sebuah karya akan bernilai bagus jika dikerjakan dengan teliti. Oleh karena itu, ujar pemilik nama panggung Rangga Ranggon ini, penulis harus bisa membuat karya yang lebih "gila" lagi.
"Dalam menulis suatu karya, kita harus memperbanyak kosa kata dan harus memperbaiki ejaan bahasanya," imbuhnya.
Ketua Pelaksana, Annisa, mengatakan bahwa acara ini dilakukan untuk menampung bakat mahasiswa UNP dalam menulis karya sastra. "Kami dari Ukkes mencoba untuk menampung mahasiswa UNP dalam upaya mengaktifkan bakat-bakat sastranya dalam sebuah buku yang nantinya akan di-launching-kan baik di tingkat UNP, di sekitar Padang, maupun di luar Padang," tuturnya.
Penulis: Wildan Firdaus*
Editor: Fakhruddin Arrazzi
Komentar (0)