Sorakan takbir terdengar dari peserta yang mengikuti acara Kongres Mahasiswi Islam untuk Peradaban II di Aula Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (23/10). Acara yang diadakan oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) ini dihadiri 300 lebih mahasiswa dari berbagai universitas se-Sumatra Barat.
Acara yang bertemakan Reaktualisasi Peran Intelektual Muda dalam Mewujudkan Peradaban Islam ini menghadirkan dua pemateri, yakni Dr. Yuliana, M.Si., selaku Wakil Dekan III Fakultas Pariwisata dan Perhotelan (FPP) UNP dan Siska Resti, M.Si, selaku aktivis MHTI.
Yuliana mengatakan bahwa Islam pernah berjaya selama 13 abad. Kejayaan Islam tersebut dimulai dengan kebangkitan pemudanya. Islam hadir, hidup, dan berlanjut melalui tangan pemuda. Oleh sebab itu, Islam memperlakukan pemuda dengan sangat baik. "Karena pemuda memiliki hati yang lembut dan mampu menyokong perubahan," ujar Yuliana.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Siska. Menurutnya, pemuda dan Islam adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Pemuda adalah pedang yang harus diasah dan diarahkan. Mengasahnya yaitu dengan pemahaman agama Islam, dan mengarahkannya menuju ideologi Islam. "Sehingga janji Allah tegaknya Islam kembali bisa benar-benar terwujud oleh pemuda," tutup Siska.
Penulis: Yulia Eka Sari
Editor : Oktri Diana Putri*
Komentar (0)