Dalam rangka memperingati dies natalis Universitas Negeri Padang (UNP) ke-62 dan hari Sumpah Pemuda ke-88, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP kembali menyelenggarakan International Seminar On Languages and Art (ISLA) yang ke-5. Acara dilaksanakan di Hotel Pangeran Beach, Padang selama dua hari, yaitu Rabu-Kamis (19-20/10).
ISLA kali ini menghadirkan sepuluh pemakalah utama dari empat negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Jepang. Mereka, yakni Prof. Dr. Irwan Praytno, Psi., M.Sc., Gubernur Sumatra Barat, Prof. Balakrishnan Muniandy, Ph.D. dari Universiti Sains Malaysia, Dr. Anwar M. Radiamoda, M.A. dari Mindanao State University, Filipina, Prof. Dr. Naoshi Uda, M.Eng dari Waseda University, Jepang, Prof. Dr. Pudentia MPSS, M.A. dari Universitas Indonesia, Prof. Manneke Budiman, Ph.D. dari Univeritas Indonesia, Prof. Fuad Abdul Hamied, Ph.D. dari Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Bambang Sugiarto dari Universitas Parahyangan, Prof. Tengku Silvana Sinar, M.A., Ph.D. dari Universitas Sumatra Utara, dan Prof. Dr. Jufrizal, M.Hum. dari UNP.
Disamping pemakalah utama, sebanyak 75 pemakalah pendamping yang mempresentasikan 18 topik, juga ikut berpartisipasi dalam seminar ini. Selain itu, sebanyak 200 peserta turut hadir untuk mengikuti acara yang bertema Positioning Technology and Theories In Studies and Pedagogical Application of Languages, Art, and Culture ini.
Indrayuda, S.Pd., M.Pd., Ph.D., selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa ISLA merupakan agenda tahunan yang hingga saat ini sudah dilakukan sebanyak 5 kali. Menurutnya, ISLA juga diadakan untuk menyemarakkan bulan Bahasa yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pada bulan Oktober. Tema kali ini, lanjut Indra, berkenaan dengan bagaimana kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran bahasa, seni, dan budaya tanpa meninggalkan aspek teoritis. "Teknologi merupakan hal yang penting, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya," ujarnya saat memberikan sambutan.
Dalam sambutannya, Rektor UNP, Prof. Ganefri, Ph.D., mengharapkan agar pelaksanaan ISLA ke depannya lebih baik lagi. Lebih baik yang dimaksudkan Ganefri adalah ISLA dapat melibatkan lebih banyak negara untuk berpartisipasi mengikuti acara dan bisa berkerja sama dengan penerbit yang terindeks pada jurnal-jurnal yang terdaftar di database internasional serta editor-editor yang sesuai dengan kompetensinya.
Hal ini, kata Ganefri, berhubungan dengan target UNP yang siap meninggalkan teaching university menuju research university. Universitas akan menyiapkan dana untuk pengembangan jurnal dan penelitian sehingga banyak penelitian dosen UNP yang masuk ke jurnal terindeks, seperti Scopus dan Thompson. "Kita akan mengalokasikan 15% dana PNBP UNP mendukung hal tersebut," tutupnya.
Reporter: Fitri Aziza dan Lutfi Darwin*
Editor: Arrasyd*
Komentar (0)