Berita

Menuju Indonesia Emas 2045, Mahasiswa Harus Berbenah Diri

"Bagaimana tindakan kita sebagai generasi muda terhadap pendidikan dan ekonomi yang masih lemah dan belum merata?" tanya Khaira Anisa, mahasiswa Jurusan Ilmu Administrasi Negara TM 2016.

Pertanyaan tersebut disampaikan oleh Khaira pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial dan Politik (WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (20/10). Acara ini bertempat di Lantai 4 Aula Fakultas Ilmu Pendidikan, UNP.

Di depan sekitar 200 peserta, pertanyaan tersebut dijawab oleh dua pemateri, yaitu Deri Rizal, S.H. selaku Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Sumatra Barat dan Nora Eka Putri, Sip. M.Si. selaku akademisi UNP.

Nora mengatakan, upaya yang dapat dilakukan memperbaiki keadaan adalah dimulai dari diri sendiri dan hal kecil. Hal kecil tersebut ia contohkan seperti mengerjakan tugas sendiri, tidak menyontek, tidak hanya meng-copypaste materi dari internet, dan tidak melihat buku saat ujian.

Selain itu, sebagai generasi muda, mahasiswa harus dapat menjadi mahasiswa unggul dengan memiliki tiga kemampuan, yaitu kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual. "Untuk menjadi orang hebat kita harus menanam modal dari sekarang," terang Nora.

Lebih lanjut, pada acara yang bertemakan "Menuju Indonesia Emas 2045" ini, Nora memaparkan kritikan untuk mahasiswa saat ini. Di antaranya, jika dilihat secara internal, mahasiswa masih malas membaca buku sehingga tidak memiliki kemampuan menulis dan sedikit mahasiswa yang mau terlibat di dalam organisasi kemahasiswaan.

Sedangkan secara eksternal, mahasiswa cenderung mengerjakan tugas perkuliahan atau tugas akhir secara instan dan mahasiswa juga sangat terpengaruh oleh efek negatif dari globalisasi. Maka dari itu, Nora menegaskan bahwa generasi muda hari ini adalah generasi yang harus berbenah diri terutama mahasiswa. "Saya tidak menginginkan lahirnya sarjana-sarjana instan di UNP," imbuhnya.

Sementara itu, Deri menuturkan bahwa pendidikan dan ekonomi yang lemah dan belum merata adalah tugas bersama untuk memperbaikinya. Maka, jadikan permasalahan yang ada sebagai pemicu untuk menjadi yang lebih baik.

Kemudian, terkait mewujudkan Indonesia emas 2045, kata Deri, rencanakan apa yang akan dikerjakan dan kerjakan apa yang telah direncanakan. "Jika hal tersebut dilakukan, insya Allah rencana kita akan berjalan dengan baik," tutupnya.

Reporter : Oktri Diana Putri*

Editor : Fitri Aziza

✔ Standar Jurnalisme & Transparansi SKK Ganto UNP

Berita ini diproduksi dan diverifikasi sesuai dengan Pedoman Pemberitaan Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik oleh Dewan Pers.

SKK GANTO
Jurnalis • Liputan Berita

Administrator
Diedit & Diverifikasi oleh: Fakhrudin Arrazzi (Pemimpim Redaksi)
✔ Standar EEAT Redaksi

Komentar & Tanggapan Pembaca (0)

Belum ada komentar untuk konten ini. Jadilah yang pertama menyampaikan opini atau apresiasi Anda!

Tinggalkan Komentar Anda

Komentar Anda akan langsung tampil setelah verifikasi. Alamat email tidak akan dipublikasikan.

6 + 5 = ?
Perhitungan matematika dasar untuk mencegah spam bot otomatis.