Resimen Mahasiswa Batalyon 102 Maha Bhakti, Universitas Negeri Padang (UNP), mengadakan acara Seminar Nasional. Acara yang mengusung tema Peran Mahasiswa dalam Menghadapi Radikalisme dan Terorisme ini, diselenggarakan di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik UNP, Kamis (20/10).
Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan, Azhari Suwir, SE., membuka langsung acara tersebut. Dalam pidatonya, ia berharap agar para mahasiswa dapat lebih meningkatkan rasa solidaritasnya terhadap lingkungan. "Mahasiswa harus bisa bersama-sama membangun jembatan hati dengan sesama mahasiswa UNP dan masyarakat lain, supaya kita bisa hidup bernegara dan damai," tuturnya. Azhari juga menambahkan bahwa acara ini sangat bermanfaat untuk mencegah dan membentengi pemuda sehingga tidak timbul radikalisme dan kekacauan di negeri ini, karena mencegah radikalisme adalah tugas bersama.
Acara yang dihadiri sekitar 340 peserta ini, dihadiri oleh dua pemateri, yaitu Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatra Barat (Sumbar), Prof. Dr. H. Saiful, S.A., M.A dan Korem 032 Wirabraja Mayor Infanteri, Yondri Nova. Seminar kali ini tidak hanya dihadiri oleh mahasiswa aktif, tapi juga diikuti oleh alumni UNP. "Tema acara ini sangat menarik, saya sangat suka dengan acara yang membahas mengenai generasi pemuda bangsa," ujar Anggio Linando, alumnus Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK).
Anggio beranggapan bahwa tingkat terorisme di Indonesia semakin berkembang. Akan tetapi, sekarang ini teroris masih dalam proses transisi untuk memperbanyak sumber daya manusia. "Suatu saat mereka pasti akan muncul lagi dengan jumlah yang lebih banyak," katanya.
Ketua pelaksana, Franata Sinaga, mengharapkan agar mahasiswa memiliki pandangan yang sama terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Sebagai mahasiswa, jangan memiliki paham yang berbeda terhadap NKRI. Kita sebagai tongkat estapet, jangan menyalahi dan merusak NKRI," ujar mahasiswa Teknik Pertambangan TM 2013 ini.
Reporter: Wildan Firdaus
Editor: Fitri Aziza
Komentar (0)