Bertemakan Wujudkan Indonesia Emas 2045, Unit Kegiatan (UK) Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial dan Politik (WP2SOSPOL) Universitas Negeri Padang (UNP) mengadakan seminar nasional. Seminar tersebut berlangsung di Lantai 4 Aula Fakultas Ilmu Pendidikan UNP, Kamis (20/10). Menghadirkan dua pemateri, yaitu Deri Rizal, S.H selaku Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia Provinsi Sumatra Barat dan Nora Eka Putri, Sip. M.Si selaku akademisi UNP.
Fahmi Achta Pratama selaku Ketua Pelaksana menjelaskan bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan momentum bagi Indonesia agar bisa menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itu, mahasiswa sebagai agent of change harus aktif dalam gerakan perubahan di lingkungan tempat mereka berdomisili.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum UK-WP2SOSPOL UNP, Rahmat Faisal menyampaikan bahwa seminar ini bertujuan untuk memotivasi mahasiswa agar peduli dengan berbagai isu politik di Indonesia. Acara ini merupakan program kerja dari UK-WP2SOSPOL UNP.
"Ingatlah! Teman-teman adalah mahasiswa. Teman-teman adalah agen perubahan. Jangan sebut diri teman-teman sebagai agen mahasiswa jika tidak melakukan perubahan bagi masyarakat!" jelasnya.
Sementara itu, Dr. Junaidi Indrawati, M.Pd. selaku Pembina UK-WP2SOSPOL menyampaikan bahwa Indonesia Emas 2045 merupakan impian bangsa Indonesia. Untuk meraihnya, ada beberapa indikator yang harus diraih, yaitu modern, madani, dan maju. "Mungkinkah kita mencapai Indonesia Emas 2045 sesuai dengan indikator yang ditetapkan para ahli?" tanyanya.
Pemateri pertama, Deri, menjelaskan bahwa Indonesia akan memperoleh bonus demografi pada 2045. Penduduk Indonesia pada tahun tersebut berada dalam usia produktif. Jika kondisi ini bisa dimaksimalkan dengan baik, maka Indonesia emas 2045 dapat dicapai. "Jika tidak, bisa terjadi pengangguran," ujarnya.
Menurut Deri, ada beberapa ciri generasi emas, yaitu memiliki pandangan jauh ke depan, bersih dan jujur, mampu menggerakkan masyarakat, dan berpikiran global tanpa meninggalkan jati diri. Untuk menyambut Indonesia emas 2045, generasi muda sekarang harus memiliki konsep, kompetensi, koneksi, dan keyakinan. "Dari hal tersebut, lahirlah pemimpin yang inspirator, inisiator, motivator, dan organisator," imbuhnya.
Sementara itu, pemateri kedua, Nora, menjelaskan bahwa generasi emas 2045 bisa didapatkan melalui jalur pendidikan. Indonesia harus melakukan perbaikan pendidikan mulai dari pendidikan usia dini hingga perguruan tinggi.
Nora juga menjelaskan bahwa, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat harus melakukan sinkronisasi untuk menyambut Indonesia emas 2045. "Jangan sok membicarakan Indonesia emas 2045, kalau kita sekarang tidak mau memperbaiki diri!" serunya.
Reporter: Fakhruddin Arrazzi
Editor: Fitri Aziza
Komentar (0)