Dewan pers mengadakan pelatihan jurnalis perempuan bertemakan Peliputan Daerah Konflik, Bencana Alam, Anak, dan Perempuan Korban Pemerkosaan. Acara yang diikuti oleh 50 peserta perempuan dari wartawan media lokal dan pers mahasiswa ini berlangsung di Hotel Pangeran Beach Padang, Selasa (18/10).
Adapun pembicara yang dihadirkan pada acara ini yaitu Yosep Adi Prasetyo selaku Ketua Dewan Pers, Ratna Komala selaku anggota Dewan Pers, dan Maria Hasugian selaku Praktisi Majalah Tempo. Yosep menjelaskan tentang teori dan praktik peliputan bencana alam, Ratna menjelaskan tentang prinsip dan etika peliputan anak serta perempuan korban pemerkosaan, dan Maria menjelaskan tentang teori dan praktik peliputan di daerah konflik.
Yosep dalam sambutannya mengatakan bahwa kelompok rentan utama di Indonesia yang menjadi korban kekerasan ataupun bencana alam adalah perempuan, anak, masyarakat lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Oleh sebab itu, perempuan, anak, dan korban bencana adalah isu penting yang harus diperhatikan oleh wartawan. "Jurnalis perempuan adalah orang yang paling tepat untuk meliput isu seperti ini, karena memiliki kepekaan dan empati yang tinggi," paparnya.
Salah satu peserta acara, Lisa Fauziah mengatakan bahwa pelatihan tersebut memberikan motivasi sekaligus ilmu yang bermanfaat untuk jurnalis perempuan yang hadir. Selain itu, pelatihan tersebut juga menyadarkan bahwa jurnalis perempuan memiliki peran penting di dunia jurnalistik. "Acara ini sangat bermanfaat," ujar peserta dari Lembaga Pers Mahasiswa Suara Kampus IAIN Imam Bonjol ini.
Selain pemaparan materi, pada kesempatan tersebut juga dilangsungkan deklarasi pengukuhan Forum Jurnalis Perempuan (FJP) Sumatra Barat. Pengukuhan tersebut disampaikan oleh salah seorang pendiri FJP, Wira Hospita, dan disaksikan langsung oleh Dewan Pers.
Reporter: Fitri Aziza dan Sri Gusmurdiah
Editor: Oktri Diana Putri*
Komentar (0)