Salah satu elemen nilai berita adalah oddity. Oddity menunjuk pada peristiwa yang tidak biasa terjadi yang justru akan diperhatikan segera oleh masyarakat, misalnya bencana alam. Oleh karena itu, liputan bencana merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dilakukan oleh wartawan. Namun, berdasarkan review kerja wartawan liputan bencana, kebanyakan wartawan tidak paham dan tidak dibekali pemahaman tentang liputan bencana, seperti membedakan awan panas dengan abu vulkanik.
Selain itu, ketika liputan, wartawan tidak mengutamakan keselamatan diri pribadi, seperti kejadian tewasnya wartawan Vivanews saat meliput letusan Merapi. "Keselamatan jiwa jurnalis harus diprioritaskan daripada dorongan untuk mendapatkan liputan yang ekslusif," ujar Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo pada Pelatihan Jurnalis Perempuan yang diadakan oleh Dewan Pers di Hotel Pangeran Beach, Selasa (18/10).
Pada penyampaian materinya yang bertema "Teori dan Praktek Peliputan Bencana Alam", Yosep juga menyampaikan bahwa muncul kritikan terhadap liputan bencana yang ada selama ini. Katanya, sajian informasi yang disampaikan di media terlalu didramatisir sehingga yang muncul adalah kesedihan, isak tangis, nestapa, dan kisah tragis lainnya. Media juga berfungsi sebagai penggalang dana bagi korban. Meski demikian, hal tersebut sebenarnya tidak boleh dilakukan oleh media massa. "Untuk hal ini, pada 2017 nanti akan diterapkan kode etik filantropi," ujarnya.
Dalam liputan bencana, lanjut Yosep, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan oleh wartawan. Pertama, mengumpulkan nama dan nomor telepon/ponsel atau email pihak yang terkait dengan kebencanaan, baik di tingkat nasional maupun lokal. Kedua, membuat database atau kepustakaan terkait dengan segala hal yang berhubungan dengan kebencanaan. Ketiga, mempelajari kondisi masyarakat, baik kebiasaan dan adat istiadat, bahasa, maupun sosial-budaya. Keempat, menyiapkan logistik dan peralatan kerja serta peralatan safety dan obat-obatan pribadi guna mendukung peliputan yang akan dilakukan. "Wartawan harus mawas diri, jangan sampai ketika berada di lapangan sakit sebelum melakukan liputan," tutupnya.
Reporter: Fitri Aziza
Editor: Fakhruddin Arrazzi
Komentar (0)