Dalam rangka merayakan Dies Natalis UNP ke-62, Universitas Negeri Padang (UNP) mendatangkan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia, Muhammad Hanif Dhakri, S.Ag, M.Si., untuk memberikan Kuliah Umum, Sabtu (08/10). Selain itu UNP juga mendatangkan Gubenur Sumatera Barat (Sumbar), Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, S.Psi, M.Sc.
Pada acara itu, Menteri Tenaga Kerja RI bersama Gubernur Sumbar serta Rektor UNP juga meresmikan Lomba Band antarfakultas se-UNP. Lomba tersebut merupakan salah satu rangkaian acara untuk menyemarakkan Dies Natalis UNP ke-62
Rektor UNP, Prof. Drs. H. Ganefri, M.Pd., Ph.D., mengatakan bahwa Menteri Tenaga Kerja RI adalah menteri keempat yang datang ke UNP pasca pelantikan rektor baru 2,5 bulan lalu. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa UNP merupakan salah satu universitas negeri di Sumbar yang memiliki mahasiswa terbesar yaitu 32.000-36.000 mahasiswa setiap tahunnya. " Pada saat ini ada 32.430 mahasiswa UNP yang terbagi menjadi delapan fakultas yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan, Fakultas Bahasa dan Seni, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Sosial, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Fakultas Ekonomi, serta Fakultas Pariwisata dan Perhotelan,"ujarnya.
Dalam sambutannya, Menteri Tenaga Kerja RI , Muhammad Hanif Dhakri, S.Ag, M.Si., mengatakan bahwa pada saat ini dunia sudah menalami perubahan. Perubahan bukan hanya terjadi tetapi sedang berlangsung secara dramatis, contonya dari segi politik. Konsep negara bangsa sekarang sudah bergerser karena seluruh dunia sudah terintegrasi. "Sehingga kita sudah mengenal apa yang disebut global village, dunia yang luas ini sekarang nyaris tak terbatas lagi," ujarnya.
Lebih lanjut Hanif menjelaskan bahwa perguruan tinggi perlu memikirkan kembali bagaimana berkontribusi lebih besar, berelevansi lulusannya terhadap masa kerja. Ia mencontohkan Cina yang jumlah penduduknya 1,4 miliar mempunyai sekitar 2000 perguruan tinggi sedangkan di Indonesia 255 juta atau seperlima dari penduduk Cina dan mempunyai 4000 perguruan tinggi. Oleh karena itu penting bagi perguruan tinggi mempersiapkan apa yang dibutuhkan oleh pasar kerja, baik dalam negeri maupun luar negeri. "Semoga calon-calon tenaga kerja di Indonesia memiliki kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja dan memperbanyak riset serta meningkatkan inovasi untuk memperdayakan masyarakat dengan hasil riset," harapnya.
Reporter: Lutfi Darwin*
Editor: Alfendri*
Komentar (0)