Bertemakan Recent Mining Technology and Policy, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar Seminar Nasional Salam Tambang di Ruang Serba Guna FT UNP, Sabtu (1/10). Seminar tersebut merupakan salah satu acara dari rangkaian kegiatan akbar Salam Tambang 2016.
Seminar ini terdiri atas dua sesi. Sesi pertama membahas tentang perkembangan teknologi pertambangan oleh Cory Osman dari PT Atlas Copco dan Eko Budi Saputro dari PT BA Unit Pertambangan Ombilin. Sementara, sesi kedua membicarakan tentang kebijakan regulasi dan proyeksi harga batu bara ke depannya oleh Hendra Si Nadia selaku Wakil Presiden Direktur Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia dan Admizal selaku Inspektur Tambang ESDM Sumatra Barat.
Seorang pemateri, Cory menjelaskan bahwa tambang bawah tanah sangat efektif untuk menanggulangi kerusakan lingkungan. Metode tambang bawah tanah ditentukan oleh geometri dari kandungannya. Salah satu metode tersebut yaitu block caving. Block caving merupakan metode paling murah karena hanya melakukan peledakan beberapa kali saja.
Ia menambahkan metode lainnya yaitu pengeboran dan membuat terowongan dengan cepat dan aman. Setiap tambang bawah tanah harus memiliki underground ventilation system. "Ditambang bawah tanah, udara tidak gratis," ujarnya.
Pemateri lainnya, Eko menjelaskan tentang pertambangan sebagai ancaman dan alternatif masa depan. Tambang memiliki beberapa keuntungan, seperti ongkos penambangan lebih murah, kondisi kerja baik, alat mekanis biasanya lebih besar/bebas, relatif lebih aman, dan konsentrasi operasi tinggi.
Di sisi lain, tambang juga memiliki beberapa kerugian. Kerugian tersebut yaitu jika hujan harus berhenti, kedalaman penggalian terbatas, luasan penggalian terbatas, alat mekanisnya tersebar, dan pencemaran lingkungan lebih besar. "Bila lingkungan hidup tercemar, tambang bisa dituntut sehingga tambang bisa ditutup," ujarnya.
Reporter: Nadilla Aprisia*
Editor: Fakhruddin Arrazzi
Komentar (0)