Puluhan mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan aksi turun ke jalan raya dalam rangka memperingati hari bersejarah G 30 S/PKI, Jumat (30/9). Acara yang dipelopori oleh Wadah Pengkajian dan Pengembangan Sosial Politik (WP2SOSPOL) UNP ini dilaksanakan di Taman Makam Pahlawan Sumatra Barat dengan sebelumnya melakukan aksi berjalan dari kampus UNP menggunakan arakan topeng yang bergambarkan 7 Jendral Besar yang terbunuh dalam tragedi G-30 S/PKI, dan disertai berbagai spanduk.
Hendri Refsyi Saputra sebagai koordinator lapangan dalam kegiatan ini, menyampaikan bahwa peseta orasi pada kegiatan kali ini bukan hanya berasal dari anggota WP2SOSPOL, tetapi juga dari perwakilan mahasiwa UNP secara keseluruhan, baik dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas maupun BEM Fakultas. "Sedangkan WP2SOSPOL hanya yang mengadakan kegiatannya," ujar Hendri.
Selanjutnya Hendri mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini, yaitu sebagai aksi untuk menolak lupa terhadap tragedi G-30 S/PKI, yang telah menjadi bagian dari sejarah bangsa indonesia. Selain itu juga untuk membangkitkan kembali ideologi Pancasila di Indonesia yang telah dipengaruhi oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. "Komunis, kapitalis dan liberalis telah merusak ideologi bangsa ini. Oleh sebab itu, kami suarakan di sini bahwa ideologi Pancasilalah yang pantas bagi bangsa Indonesia," semangatnya.
Lebih lanjut, Hendri menyampaikan bahwa saat ini animo mahasiswa UNP sangatlah minim. "Mahasiswa sekarang ini telah apatis," ungkapnya. Oleh sebab itu, ke depannya Hendri berharap agar mahasiswa bisa lebih berpikir kritis terhadap kegiatan-kegiatan yang seperti ini. Seperti yang tertera dalam Tridarma Perguruan Tinggi bahwa mahasiswa dituntut untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. "Jadi, kami merasa bahwa ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami," tutupnya.
Reporter : Gezal Sabri
Editor : Fitri Aziza
Komentar (0)