Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota, Ferizal Ridwan, S.Sos., pada acara Dialog Kebangsaan VI menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota akan mengapresiasi kepahlawanan Tan Malaka. Acara yang diadakan oleh Tan Malaka Institute ini berlangsung di lantai tiga gedung Rektorat Universitas Negeri Padang, Sabtu, (24/9).
Feri mengatakan, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota akan membangun rumah sakit berstandar internasional yang akan dinamai Rumah Sakit Tan Malaka. Mengenai tahapan, Feri memaparkan bahwa rencana tersebut sudah memasuki tahap persiapan. "Insya Allah, tahun 2017 akan dimasukkan ke APBD," ujarnya.
Selain rencana pembuatan Rumah Sakit Tan Malaka, Feri juga mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota juga berencana memindahkan makam Tan Malaka yang berada di Kabupaten Kediri ke Kabupaten Lima Puluh Kota. "Itu merupakan kebanggaan, walaupun hanya tinggal jasad dan nama harus kita bawa," tuturnya.
Berbeda dengan Feri, Dr. Harry Albert Poeze, pembicara dalam acara Dialog Kebangsaan VI yang merupakan sejarawan Belanda mengatakan, sebaiknya makam Tan Malaka tersebut didirikan di dua tempat. Hal ini menurut Poeze dikarenakan jasad Tan Malaka yang hanya tinggal abu.
Lebih lanjut, Poeze menjelaskan, kedua pihak pemerintahan juga menginginkan makam Tan Malaka berada di tempatnya masing-masing. "Sebaiknya dibawa tanahnya saja ke Kabupaten Lima Puluh Kota dan didirikan tugu peringatan di sana, begitu pun di Kabupaten Kediri didirikan juga tugu peringatan di sana," ujarnya.
Reporter: Debi Gunawan*
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)