Pembantu Rektor I UNP telah menetapkan kalender akademik untuk seluruh sivitas akademika UNP. Hal ini dilakukan untuk penyeragaman kegiatan akademik, Bentuk penyeragaman kalender akademik antara lain jadwal pelaksanaan awal perkuliahan, ujian tengah semester (UTS), ujian akhir semester (UAS), semester pendek (SP), dan akhir perkuliahan.
Meski pihak UNP telah melakukan penyeragaman, namun ada beberapa fakultas yang melaksanakan ujian semester tidak sesuai dengan kalender akademik. Hal ini diakui Boy Chandra, mahasiswa Administrasi Pendidikan TM 2008. Ia mengatakan pelaksanaan jadwal ujian semester seringkali dipercepat ataupun diundur sehingga menyebabkan perbedaan dengan beberapa fakultas lain. Penetapan ini dilakukan dosen yang bersangkutan.
Hal yang tak jauh berbeda juga dirasakan oleh SR, mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris FBS UNP. Ia mengaku dosen seringkali menetapkan jadwal ujian semester tanpa ada konfirmasi kepada mahasiswa terlebih dahulu. "Mau tak mau, kita sebagai mahasiswa harus mengikutinya," ujarnya Selasa (24/8).
Tak hanya mahasiswa, ketidakseragaman pelaksanaan ujian ini juga diakui Pembantu Dekan I FIS, Prof. Dr. Syafri Anwar, M. Pd. Menurutnya, ketidakseragaman ini disebabkan oleh dosen yang mempunyai tugas di luar kampus dan kebetulan bentrok dengan jadwal kuliahnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, sebenarnya ketidakseragaman ini tidaklah menjadi masalah asalkan dosen membuat kesepakatan terlebih dahulu dengan mahasiswa dan mencukupkan jumlah pertemuan. "Perguruan Tinggi itu bersifat fleksibel dan merupakan hal yang wajar bila terjadi ketidak tepatan jadwal seperti yang telah ditentukan," tuturnya, Rabu (27/7).
Menanggapi ketakseragaman pelaksanaan ujian ini, Rektor UNP, Drs. Mawardi Efendi, M. Pd, mengatakan ini bukanlah suatu masalah, asalkan tatap muka dalam pertemuan perkuliahan mencapai jumlah yang sudah ditetapkan sebanyak 16 kali pertemuan dalam satu semester. Ia mengatakan setiap dosen berhak menetukan kapan mereka akan melaksanakan ujian. "Universitas ini fleksibel, yang penting peraturannya terpenuhi," ujarnya, Kamis (25/8). Lebih lanjut ia menjelaskan, tujuan utama pembuatan kalender akademik memang untuk penyeragaman setiap kegiatan, tapi bukan berarti semua pelaksanaan ujian harus dilakukan dalam waktu yang sama. "Jika nilai mahasiswa tidak masuk tepat waktu itu yang menjadi masalah," jelasnya. Wahyu, Ami*
Komentar (0)