Mengusung tema "Berbekal Pendidikan Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Kita Hasilkan Generasi Masa Depan yang Beriman, Cerdas dan Memiliki Soft Skills", Prof. Dr. Lufri M.S. selaku Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) menyampaikan pidatonya pada acara wisuda FMIPA periode 107 di hotel Bumi Minang, Sabtu (17/9).
Dalam acara yang diikuti 255 wisudawan ini, Lufri menyampaikan bahwa salah satu indikator iman ialah seorang manusia tidak akan masuk surga sebelum mereka beriman dan seseorang tersebut belum dikatakan beriman sebelum mereka saling mencintai. Oleh sebab itu, manusia harus menyebarkan perdamaian antarsesama.
Disamping itu, iman dan ilmu juga mempunyai hubungan yang sangat dalam. Orang yang beriman dan berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah. Lufri juga menekankan, kesuksesan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan atau ilmu dan teknologi. Tetapi juga ada faktor lain yang menentukan keberhasilan seseorang di lapangan, yaitu soft skills.
Lebih lanjut, Lufri menguraikan bahwa para pakar telah memberikan gambaran atau komponen-komponen soft skillsyang harus dimiliki oleh manusia untuk bisa sukses di lapangan. Di antaranya adalah kestabilan dan kematangan, kemampuan mengambil keputusan, kualitas kepemimpinan, kemampuan bekerja keras dalam tim, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bernegosiasi, dan yang terakhir kemampuan beradaptasi. "Jika soft skills ini dimiliki, insya Allah di kemudian hari akan sukses di lapangan," ujarnya.
Lufri juga berpesan kepada wisudawan untuk mempersiapkan diri dan mental ketika nantinya berkompetisi dalam memperoleh pekerjaan yang tersedia seperti menjadi seorang pendidik, baik itu dosen maupun guru, pegawai instansi pemerintah ataupun swasta, politik, industri dan sebagainya. Untuk itu, mahasiswa perlu mengembangkan potensi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Selain itu, Lufri mengharapkan agar wisudawan yang kreatif dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. "Pendidikan itu tidaklah selalu menyiapkan tenaga yang siap pakai, tetapi yang terpenting adalah mengembangkan daya nalar dan mengubah pola pikir sehingga bisa menjadi cerdas dalam mengembangkan potensi yang dimiliki," tutupnya.
Reporter : Nadilla Aprisia*
Editor: Fitri Aziza
Komentar (0)