Pemukulan Gandang Tambua, yang dilakukan oleh Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) yang diwakili oleh Wakil Wali Kota Padang, Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Danlantamil), Kapolresta Padang, Komandan Kodim (Dandim) 0312 Padang, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang menjadi simbolisasi peresmian Festival Siti Nurbaya (FSN) 2016, Rabu (7/9).
Setelah dilakukan Pemukulan Gandang Tambua dilanjutkan dengan penampilan seni, tari dan musik oleh Sanggar Satampang Banian, yang menampilkan cerita Siti Nurbaya. Siti Nurbaya mengisahkan tentang cinta Samsulbahri dengan Siti Nurbaya, yang hendak menjalin cinta tetapi terpisah ketika Samsu terpaksa pergi ke Batavia untuk melanjutkan pendidikan. Belum lama kemudian, Nurbaya terpaksa menikah dengan Datuak Maringgih (orang kaya tapi kasar) agar ayahnya terbebas dari hutang. Pada akhir cerita, Nurbaya meninggal dibunuh Datuak Maringgih dan Samsu yang menjadi anggota tentara kolonial Belanda, membunuh Datuak Maringgih dalam suatu revolusi lalu meninggal akibat lukanya. Dikutip dari https://id.wikipedia.org/wiki/Sitti_Nurbaya
Setelah cerita Siti Nurbaya, acara dilanjutkan dengan Penampilan Sepak Rago. Sepak Rago ialah permainan tradisional Minangkabau yang dimainkan 5 sampai 10 orang dengan membentuk lingkaran, memindahkan bola menggunakan teknik-teknik tertentu tanpa menjatuhkan bola tersebut.
Tak hanya itu, pembukaan FSN juga dimeriahkan dengan penampilan pawai dari 11 kecamatan di Kota Padang. Selain itu, pawai FSN turut dimeriahkan oleh komunitas-komunitas di Kota padang seperti My Trip My Adventure West Sumatra, Komunitas Sahabat Pulau, Komunitas, Ikatan Sport Harley Davidson Indonesia, Komunitas Padang Vidgram, dan masih banyak lagi.
Reporter: Lutfi Darwin*
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)