"Menciptakan budaya baru bagi mahasiswa baru sangatlah penting, karena sejatinya belajar di universitas tidak sama dengan sistem belajar di Sekolah Menengah Atas (SMA)," ujar Drs., Helfia Edial, M.T., salah satu dosen pemateri PKKMB, Kamis (18/8).
Helfia menyampaikan bahwa belajar di perguruan tinggi tidak lagi ada yang diperhatikan oleh dosen, karen di perkuliahan ini yang dituntut lebih banyak kemauan sendiri untuk belajar. Sedangkan dosen hanya memberikan arahan dan saran kepada mahasiswa.
Budaya yang baik menurut Helfia yaitu, menanamkan pada diri sendiri agar haus dengan ilmu pengetahuan, aktif berusaha belajar, mencari tahu sendiri serta rasa butuh dengan ilmu. Bukan lagi dipaksa untuk belajar. "Sesuai dengan kurikulum saat ini bahwa mahasiswa itu dibelajarkan bukan diajarkan," tuturnya.
Etika berteleponan dengan dosen juga perlu diperhatikan, karena ada beberapa mahasiswa yang tidak mengerti dengan tata krama. "Subuh-subuh menelepon dan menanyakan ‘Apakah Bapak ke kampus hari ini, jam berapa?’ Itu contoh tidak baik," tegas Helfia.
Helfia menganjurkan, sebaiknya menelepon perhatikan waktu yang tepat dan perkenalkan diri terlebih dahulu, karena tidak semua mahasiswa disimpan nomor handphone-nya oleh dosen. Setelah mendapat respon yang baik, maka segera menyampaikan maksud dan tujuan. "Rasanya tidak zamannya dosen tidak menerima telepon," ujarnya. Tetapi gunakan bahasa yang baik sehingga tidak terjadi kesalahpahaman. Alangkah baiknya SMS dulu sebelum ditelepon.
Dengan adanya PKKMB ini Helfia berharap, agar mahasiswa baru tidak shock berhadapan dengan dunia kampus dan dapat beradaptasi dengan baik. "Jangan sampai jauh-jauh dari kampung tidak mendapat apapun, malah menyimpang dari tujuan utama,"tutupnya.
Reporter: Gezal Sabri*
Editor: Ranti Maretna Huri
Komentar (0)