Yayasan Seni Rupa Sumatra Barat menggelar Festival Pameran Seni Rupa dengan tema Matrilini #1 di Taman Budaya Sumatra Barat, yang dibuka secara resmi oleh Eyviet Nas Mar mewakili Walikota Padang, Sabtu (20/8). Serta dihadiri oleh Kepala Yayasan Seni Rupa Sumatra Barat.
Iswandi selaku kurator menyampaikan bahwa, pameran ini diadakan mulai tanggal 20 hingga 27 Agustus mendatang di Galeri Taman Budaya. Sesuai dengan subtema yang diangkat yaitu Motherland yang menceritakan tentang tanah ibu, acara ini memperlihatkan 43 hasil karya, tentunya berasal dari karya tangan seniman Sumatra Barat. "Sebagaimana karya-karya ini lahir di Minangkabau ranah bundo (ranah ibu), di mana pikiran seniman bergabung dengan alam ranah Minang," tuturnya.
Acara ini menggandengkan beberapa generasi seniman seni rupa Sumatra Barat. "Lebih kurang enam generasi yang dipadukan dalam satu pameran," tutur Iswandi. "Generasi termuda yang disertakan kali ini berasal dari mahasiswa Universitas Negeri Padang," lanjutnya.
Eyviet Naz Mar, asisten bidang Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraaan Kota Padang, mewakili Walikota Padang dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemeran seni rupa ini merupakan suatu pameran karya seniman yang khas dan istimewa, yaitu orang-orang yang memiliki jiwa imajinasi dan kreasi. Bermodalkan cat warna, para pelaku seni rupa bisa menghasilkan karya yang indah, dan bisa dinikmati oleh pecinta seni. "Seni akan bisa dihargai oleh orang yang menikmati seni itu sendiri," terangnya.
Pariwisata merupakan program unggulan pemerintah Kota Padang. Ini merupakan salah satu cara mengenalkan Sumatera Barat di mata dunia. Untuk ke depannya Eyviet berharap Morherland ini tetap dikembangkan, bukan sekadar dilanjutkan untuk tahun-tahun berikutnya. "Semoga Kota Padang dapat menjadi salah satu paket destinasi wisata sebagai tujuan utama bagi turis mancanegara setelah Kota Bali," tutupnya.
Reporter: Gezal Sabri*
Editor: Ranti Maretna Huri
Komentar (0)