Penulis nasional asal Sumatra Barat, Boy Candra, telah menerbitkan buku kesepuluhnya yang berjudul Pada Senja yang Membawamu Pergi. Buku ini merupakan novel ketiganya setelah Origami Hati (2013) dan Sepasang Kekasih yang Belum Bertemu (2015). Meski terbit pada Agustus, buku ini sebenarnya sudah ditulis mulai Juni sampai Agustus 2014.
"Ini merupakan buku yang paling lama menunggu sebenarnya. Waktu itu dikasih ke penerbit rencananya terbit 2015. Nah, kebetulan jadwalnya padat banget. Pada 2015 itu, buku saya terbit lima. Kayaknya momennya baru sekarang," jelas Boy saat berkunjung ke Sekretariat Surat Kabar Kampus Ganto Universitas Negeri Padang, Senin (15/8).
Dikemas dalam kisah percintaan anak muda, novel ini mengangkat tema tentang penggunaan bahasa Indonesia di kalangan masyarakat Indonesia sendiri. Boy menjelaskan bahwa novel ini lahir dari kegelisahannya ketika melihat orang-orang yang sibuk belajar bahasa asing seakan-akan bahasa Indonesia itu tidak penting.
"Saya itu orangnya tidak terlalu paham betul bahasa Indonesia itu bagaimana. Cuman, saya orang yang percaya bahwa bahasa Indonesia itu salah satu hal yang menguatkan generasi muda karena biar bagaimanapun bahasa Indonesia itu identitas bangsa," jelas pria kelahiran 21 November 1989 ini.
Meski begitu, tujuannya menulis novel 256 halaman ini adalah untuk menghibur pembaca. Hal ini sama dengan karya-karya Boy yang sebelumnya. Dalam menulis, ia tidak memiliki keinginan yang muluk-muluk, yang penting bagaimana pembaca terhibur.
Lebih lanjut, Boy menjelaskan bahwa novelnya ini telah memasuki tahap pre order. "Perkiraan, akhir September novel ini sudah bisa didapatkan di seluruh toko buku di Indonesia terutama Gramedia," jelasnya.
Selain itu, Boy juga mengatakan bahwa ia akan melakukan tur dalam rangka promosi buku Sebuah Usaha Melupakan, buku kesembilannya yang sekarang sudah mengalami cetakan kedua. "Saya promosi di empat kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Malang, dan Makassar dari 26 Agustus sampai dengan 3 September," ujarnya.
Saat ditanya kesibukannya sekarang ini, Boy menjawab bahwa ia akan kuliah S2 di Jurusan Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Padang. Perlu diketahui, S1-nya adalah almameter serupa tamatan 2013.
Reporter: Fakhruddin Arrazzi
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)