"Indak den sangko ... cok iko jadinyo ...
Kisah nan lamo nan indak tagantikan ...
Kini den tangguang surang ... di dalam dado ...
Ramuak hati nan indak takiro ..."
Demikianlah reff lagu Raso Indak Tatahankan yang dinyanyikan oleh Rey, penyanyi Minang. Berada di bawah naungan Diatunes Artist Management, lirik lagu tersebut diciptakan oleh Boy Candra, penulis best seller asal Sumatra Barat.
Boy menjelaskan bahwa lagu ini bercerita tentang seorang pria yang telah sekian lama menjalin asmara dengan kekasihnya. Namun tenyata, kekasihnya itu belum mencintainya sepenuh hati. Dia pun tidak menyangka kekasihnya itu bakal menikah dengan orang lain. Hatinya terasa remuk sekali. "Dalam keadaan baik, tenyata ditinggalkan saja," ujar Boy saat ditemui di sela-sela kesibukannya di Padang, Minggu (31/7).
Selain pencipta lagu, Boy juga menjadi produser di hit single perdana Rey ini. Setelah diciptakan pada pertengahan Juli, dia pun mengajak Rey untuk berkolaborasi. "Awalnya, sih, proyek iseng-iseng. Tapi, akhirnya diseriuskan. Seminggu ke studio, langsung jadi," jelasnya.
Boy menjelaskan bahwa lagu ini merupakan lagu Minang ciptaan perdananya. Ia sendiri pernah menjadi drummer di sebuah grup band, mulai 2005 sampai 2011. Pada periode itulah, dia menciptakan beberapa lagu pop. Namun, setelah band tersebut bubar, dia lebih memfokuskan diri untuk menulis buku. "Sekarang itu, kayaknya narik lagi menjadi bagian dari dunia musik," ujarnya.
Mengenai Rey, Boy menjelaskan bahwa Rey merupakan teman sekosnya sewaktu kuliah di Universitas Negeri Padang (UNP). Tambahnya pula, Rey merupakan juniornya di organisasi yaitu Unit Kegiatan Komunikasi dan Penyiaran Kampus UNP. Sekarang, Rey juga tercatat sebagai mahasiswa S2 di Institut Seni Indonesia Padangpanjang.
Lebih lanjut, Boy menjelaskan lagu ini bisa diunduh dan dinikmati secara gratis di soundcloud. "Istilahnya, dalam tanda kutip, kita membuat proyek untuk ramai sih. Semoga bisa diterima dulu! Kalau peluangnya bagus, dalam jangka panjang, mungkin akan bikin album," ujar penulis yang telah menerbitkan sembilan buku ini.
Untuk target ke depan, Boy menjelaskan bahwa ia akan tetap menulis buku dan menciptakan lagu Minang. Sebab, kata Boy, antara buku dengan lagu Minang memiliki aura yang sama. "Sama-sama galau," tutupnya.
Penulis: Fakhruddin Arrazzi
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)