Pada acara Seminar Nasional Peluang dan Tantangan Pustakawan Menghadapi MEA yang berlangsung di Teater Tertutup FBS UNP, salah satu mahasiswa, Zahra Viani bertanya mengenai lapangan pekerjaan pustakawan. "Kenapa banyak alumni jurusan kepustakaan tidak menjadi pustakawan?" katanya pada acara yang diadakan oleh Program Studi (Prodi) Ilmu Informasi Perpustakaan dan Kearsipan (IIPK), Jumat (15/4).
Salah satu pemateri, Dr. Agus Rusmawa, M.A. mengatakan bahwa sebenarnya lowonangan untuk menjadi pustakawan adalah banyak. Namun, alumni IIPK-lah yang tidak bisa mencukupi kuota yang diminta di lapangan. "Setiap tahun seluruh Prodi IIPK di Indonesia hanya mampu meluluskan 500 alumni, sementara yang diminta di lapangan sebanyak 4000 tenaga pustaka," jawab Ketua Prodi IIPK UNPAD itu.
Sementara itu, kata Agus menjadi lulusan IIPK bukan berarti harus menjadi pustakawan. "Mereka juga bisa bekerja di firma hukum, karena tenaga mereka dibutuhkan di sana," ujarnya. Selain itu, ia juga mengatakan, tenaga pustakawan pun tidak hanya dibutuhkan untuk menjaga pustaka, tenaga pustakawan juga harus berani tampil ke depan dan memiliki beberapa soft skill.
Terakhir Agus menyampaikan bahwa untuk menghadapi MEA tidak ada yang perlu ditakutkan bagi calon pustakawan. "Yang terpenting adalah memiliki kemampuan berbahasa inggris dan tidak menutup diri dari dunia," tutupnya.
Penulis: Yulia Eka Sari
Editor: Neki Sutria
Komentar (0)