Pertambangan identik dengan pencemaran lingkungan. Untuk mematahkan stigma tersebut, Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan (HMTP) Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Padang (UNP) menanam 100 bibit pohon, Minggu (3/4). Bertema Macro Go Green, acara ini bertempat di Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kota Padang.
Ada tiga jenis bibit pohon yang ditanam, yaitu mahoni, sukun, dan sirsak. Bibit pohon tersebut diserahkan secara simbolis oleh Ketua Jurusan Teknik Pertambangan (TP) FT UNP kepada Ketua Kelompok Tani Sungkai Permai. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa TP TM 2015.
"Kita dapat menunjukkan kepada masyarakat, bahwasanya TP juga cinta dengan lingkungan. Dan, sebagai manusia, kita juga harus menjaga lingkungan, karena tambang tidak boleh merusak lingkungan. Itulah yang pertama kita terapkan," jelas Ketua Pelaksana, Cici Wulandari.
Lebih lanjut, Ketua HMTP, Riki Rinaldo, menjelaskan bahwa acara Macro Go Green ini merupakan bagian dari peringatan dies natalis HMTP. Kegiatan ini juga sebagai bentuk tambang berbagi atau tambang peduli lingkungan. "Harapan saya, apa yang telah kita lakukan hari ini, semoga berguna pada esoknya. Tidak ada perjuangan yang ibaratnya sia-sia," ujarnya.
Seiring dengan hal itu, Ketua Jurusan TP, Drs. Raimon Kopa, M.T., menjelaskan bahwa walaupun diadakan dalam rangka dies natalis, kegiatan ini memiliki banyak tujuan. Salah satunya adalah untuk menjaga lingkungan dari bencana lonsor atau banjir. "Mudah-mudahan nanti pohon yang kita tanam, bisa hidup semuanya dan bermanfaat oleh masyarakat," ujarnya.
Ketua Kelompok Tani Sungkai Permai, Rimbra menjelaskan bahwa masyarakat Sungkai menyambut baik dan mengapresiasi acara Macro Go Green ini. "Pada dasarnya, kami sangat berterima kasih," tegasnya.
Penulis: Fakhruddin Arrazzi, Doly Andhika
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)