Universitas Negeri Padang (UNP) melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Ruang Serba Guna Fakultas Teknik UNP, Senin (21/3).
Rektor UNP, Prof. Dr. Phil. Yanuar Kiram, mengatakan bahwa penandatanganan MoU ini merupakan rahmat bagi UNP karena UNP membutuhkan banyak mitra untuk pengembangan akademik dan manajemen.
Sementara, Kepala BMKG RI, Dr. Andi Eka Sakya, M.Eng menjelaskan bahwa kerja sama ini penting karena dapat meningkatkan keakuratan data. Saat ini, BMKG memiliki 179 stasiun di seluruh Indonesia, baik itu di kota-kota maupun di tempat-tempat yang belum ada petanya.
Meski demikian, kata Andi BMKG perlu melakukan kerja sama dengan universitas-universitas di setiap pemerintahan daerah. "Hal ini mempermudah BMKG dalam meningkatkan keakuratan data," jelasnya.
Lebih lanjut, Andi menjelaskan bahwa BMKG perlu meningkatkan keakuratan data di dalam menyebarkan informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi sesuai dengan tugas BMKG melakukan deseminasi informasi. Tugas tersebut tidak mudah karena perkembangan masyarakat yang semakin kritis dalam menyingkapi informasi cuaca, iklim, dan gempa bumi. BMKG menyebarkannya dengan cepat, tepat, dan akurat agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
"Oleh karenanya, kami menganggap kerja sama ini penting," tegasnya. Dengan demikian, kata Andi, banyak sekali informasi yang dapat dibagi dan dikembangkan, baik itu berupa penelitian, pengembangan, maupun kerja sama lainnya.
Andi juga mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini. "Nantinya, kita bisa mengembangkan sebuah kerja sama jangka panjang yang jauh lebih bermanfaaat kepada masyarakat," harapnya.
Acara penandatanganan MoU tersebut dihadiri oleh Rektor UNP, Wakil Rektor (WR) I, II, dan IV, Direktur Program Pascasarjana UNP, Dekan dan Wakil Dekan selingkungan UNP, Kepala Biro selingkungan UNP, dan Kepala BMKG Republik Indonesia (RI).
Setelah melakukan penandatangan MoU antara UNP dengan BMKG, Andi memberikan kuliah umum. Kuliah umum tersebut bertema Kesepakatan Paris dan Paradigma Baru Deseminasi Bencana Alam–Perspektif Menghadapi Keniscayaan Perubahan Iklim.
Penulis: Fakhruddin Arrazzi
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)