Teater Tertutup, Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menjadi saksi bisu atas lahirnya novelis baru Sumatra Barat, Thiye Savannah nama pena dari Putri Permata Sari. Ia langsung meluncurkan dua novel sekaligus dengan judul Diary of Miserable Princess dan Sacrifice ,Sabtu (19/3).
"Saya menggunakan nama pena Thiye Savannah karena saya ingin kedua novel ini berskala internasional," ujar Thiye yang merupakan mahasiswa Prodi Bahasa Inggris TM 2012.
Lebih lanjut, Thiye menjelaskan bahwa novel pertamanya, Diary of a MiserablePrincess ditulis pada 2007 ketika masih duduk di kelas sepuluh dan selesai ketika tamat SMA. Novel ini terinspirasi dari persahabatan Thiye dengan lima orang temannya. "Dari kisah kami sehari-hari muncullah novel ini," imbuhnya.
Awalnya, judul novel pertama Thiye bukan Diary of a MiserablePrincess, tapi My First Love in Hawai. Namun, setelah ditolak dari sebuah penerbit mayor, ia sangat kecewa lalu bangkit dengan merevisinya kembali. "Sehingga muncul judul baru yakni Diary of a Miserable Princess," ujarnya.
Sementara untuk novel kedua, kata Thiye diberi judul Sacrification yang berarti pengorbanan untuk memberikan kesan misterius. "Saya mendapatkan inspirasi dari seorang dosen yang meminta saya untuk menulis novel tentang abad-abad silam," ujarnya. Novel kedua yang memakai latar Eropa ini mulai digarap pada awal masuk kuliah dan selesai pada semester delapan.
Kedua novel tersebut dibedah oleh Boy Chandra, yang telah berhasil mengarang delapan buku salah satunya Setelah Hujan Reda, dan A.A. Rizal, Redaktur Harian Singgalang sekaligus pengarang novel Limpapeh.
Penulis: Fakhruddin Arrazi
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)