"Menjadi seorang jurnalis yang senantiasa menghasilkan berita setiap harinya, dibutuhkan kemampuan dasar," ujar Firdaus, S. Sos., pemateri Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD), yang diadakan Unit Kegiatan Mahasiswa Medika STKIP PGRI Sumatera Barat di ruang Sidang B Lt II, Sabtu (27/2).
Firdaus mengatakan, berita yang banyak ditulis pada media lokal maupun nasional yaitu berita langsung yang terbagi dua. Pertama, hardnews yaitu berita yang berisikan laporan peristiwa seperti politik, ekonomi, masalah sosial, dan kriminal. Kedua, softnews yaitu berita yang cenderung berisi hiburan atau hobi.
Selain itu, Firdaus juga mengatakan bahwa berita yang layak muat memiliki nilai-nilai tertentu. Pertama yaitu objektif, berdasarkan fakta yang terkandung dalam berita. Kedua, aktual yaitu berita terbaru atau belum basi. Ketiga, kejadian luar biasa, seperti bencana alam, pemboman dan sejenisnya. Keempat, penting dan kelima, jarak. Jarak sangat berpengaruh dalam suatu pemberitaan. Seperti bencana banjir yang sama-sama terjadi di Padang dan Jakarta. Maka berita yang akan disampaikan terlebih dahulu bencana banjir di Padang. "Hal ini dikarenakan adanya nilai kedekatan jarak," ujarnya.
Lebih lanjut, Firdaus mengatakan, unsur terpenting yang harus ada dalam berita yaitu 5W + 1H. Selain 5W + 1H, Firdaus mengatakan bahwa unsur penting lainnya yaitu bahasa. Bahasa yang digunakan dalam jurnalistik, kata Firdaus memiliki sifat khas yaitu singkat, padat, sederhana dan lugas. "Berita yang ditulis jangan bertele-tele, apalagi dengan kata-kata yang berbunga-bunga, karena itu akan membuat pembaca bingung," tutupnya.
Penulis : Maida Yusri
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)