Talkshow Kepenulisan dan Bedah Novel Senandung Sabai (Cinta dan Luka) karya Vera Yuana berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Negeri Padang, Minggu (14/2). Selain penulis, talkshow ini juga menghadirkan Armini Arbain seorang akademisi sastra, dan Muhammad Subhan, pegiat Forum Aktif Menulis Indonesia, sebagai pemateri.
Vera mengatakan, pada awalnya, novel ini berjudul ‘Senandung Sabai’ tetapi, setelah berkoordinasi dengan Muhammad Subhan kata ‘Cinta dan Luka’ pun ditambahkan pada judulnya. "Dan itu membuat getaran yang romantis sekali," ujarnya.
Selain itu, Vera juga mengatakan, novel tersebut bercerita tentang perjuangan seorang perempuan Minang yang bernama Reana Sabai. Sabai mencintai kejujuran dan menjunjung tinggi kebenararan. Meskipun ayahnya meninggal saat ia berumur 16 tahun, kata Vera, Sabai tetap memegang teguh semua prinsip kebaikan yang diajarkan ayahnya. "Ia menjalani kehidupan dengan etika dan moral yang berasal dari orangtuanya," ujar Vera.
Selain memperoleh pujian, novel ini juga mendapat kritikan dari kedua pembicara. Armini Arbain, pembicara pertama, mengatakan ada ketidakjelian pengarang dalam menggunakan istilah, dan tidak bisa membedakan antara kata depan dan awalan.
Sementara, Muhammad Subhan, pembicara kedua, mengatakan beberapa konflik perlu dipertajam, terutama yang berkaitan dengan masalah adat Minangkabau. "Kemudian, terkait logika cerita dan kekonsistenan juga harus diperbaiki," katanya.
Acara ini dimoderatori oleh Nova Eka Putri, penulis Novel Kamu itu Subhanallah. Selain itu, juga dimeriahkan oleh penampilan Muhammad Jujur, seniman dan bintang tamu Kick Andy 2012; Arif Ansyah, seorang penyanyi; dan Rahmi Ardisyah; penari cilik.
Penulis: Fakhruddin arrazzi
Editor: Ermiati Harahap
Komentar (0)