The Prestige of Teachers in Indonesia (Guru Indonesia Merupakan Panutan yang Berpengaruh di Masyarakat)–R.Murray Thomas (1962)
Tulisan itu ditayangkan pada infocus Aula Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Padang (UNP), Minggu (6/12). Asep Sapa’at menayangkan hasil penelitian R. Murray Thomas (1962) terhadap peran guru di Indonesia tempo 90-an. Ia juga menampilkan hasil penelitian Ifa H. Misbach. Semenjak Ujian Nasional diberlakukan di Indonesia telah terjadi lebih dari 1.300 kasus contek massal yang melibatkan guru yang ditemukan oleh Ifa H. Misbach. "Coba bayangkan, kita dipanggil kehadirat-Nya pada saat kita memberi contekan kepada anak didik," tantang Asep kepada peserta seminar.
Selaku Pemerhati Karakter Guru di Character Buliding Indonesia, Asep mengupas peran penting karakter bagi setiap guru di Indonesia. Hal ini didasarkan pada taruhan masa depan generasi muda, sekaligus penentu maju atau bobroknya negara Indonesia.
"Guru yang buruk bisa mengantar murid meraih gelar dokter atau insinyur. Namun murid yang dicetak bisa jadi jauh lebih buruk dari padanya," ungkap CO-Founder Character Buliding Indonesia ini.
Pentingnya karakter ibarat tangga yang menentukan baik atau buruknya hasil yang dituju. Sesekali Asep mengatakan bahwa untuk bisa mendidik karakter, terlebih dahulu seorang guru hendaknya mendidik dirinya sendiri. "Kalau dia sudah mendidik dirinya, maka dipastikan ia bisa mendidik anak didiknya," tegas Asep.
Penulis: Fitri Wijaya*
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)