Himpunan Mahasiswa (Hima) Program studi (Prodi) Psikologi, Divisi Kerohanian mengadakan Psikologi Islamic Fair yang merupakan program kerja setiap tahunnya. Puncak dari acara, yaitu lomba nasyid, leaflet, dan Seminar Pra-Nikah yang berlangsung di Kampus V Universitas Negeri Padang, Bukittinggi, Minggu (29/11). Peserta Seminar Pra-Nikah berasal dari mahaiswa dan umum dengan pembicara Emmalia Yuli Israwanti, S.Psi., Psikolog; Ustad Albert; dan Yosi Molina, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Minggu (29/11).
Seminar Pra-Nikah ini bertujuan untuk menambah wawasan dan ilmu tentang bekal yang harus dipersiapkan sebelum memasuki pernikahan demi mencapai keluarga sakinah, mawadah, warahmah, dan barokah. Selain itu, sebagai wadah kreativitas mahasiswa dalam pembuatan leaflet dan bisnis. Dan sebagai ajang silaturahmi antara mahasiswa, masyarakat umum serta tokoh publik lainnya sebagai sesama umat Nabi Muhammad Saw..
Ketua Pelaksana, Mutiara menyatakan bahwa acara ini terdiri atas banyak rangkaian materi yaitu Let’s Get Merried yang disampaikan oleh Emmalia Yuli Israwanti, S.Psi., Psikolog. Selanjutnya, materi tentang Mencapai Kesempurnaan Agama dengan Menikah disampaikan oleh Ustad Albert. Terakhir, Yosi Molina, S.Psi., M.Psi., Psikolog membawakan materi tentang Be your Self Do You Best Preparation, Waspada Masalah Kepribadian Peter Pan Syndrome dan Cynderella Complex. "Nantinya, peserta akan belajar membuat proposal taaruf serta persiapan untuk memantaskan diri," jelas Tiara.
Dalam pemaparan materinya, Emmalia menjelaskan, apa itu menikah? Apa tujuan menikah? Langkah tahap demi tahap menuju pernikahan agar memiliki daya tahan ketika pernikahan tidak sesuai dengan yang direncanakan.
Salah satu peserta Seminar Pra-Nikah, Pegy Puri Perta, Prodi Psikologi TM 2014 mengatakan, acara ini memberikan pemahaman mengenai apa itu pernikahan. Selain itu juga bagaimana kita bisa lebih memantapkan dan memperbaiki diri untuk menghadapi tantangan kehidupan setelah menikah. "Seminar ini luar biasa hebat dan mantap sekali, bisa menambah pengetahuan sekitar persiapan pernikahan dan bagaimana kita menjalani pernikahan kelak," ujar Pegy.
Penulis: Rada Syintia**
Penulis adalah mahasiswa Program studi Psikologi
Editor: Wici Elvinda Rahmaddina
Komentar (0)