Kabar duka wafatnya guru besar Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) pada Selasa (24/11) turut mengundang empati Dr. Erizal Gani, M.Pd. selaku mantan mahasiswa dan kolega alm. Prof. Drs. M. Atar Semi. "Prof. Atar adalah guru besar yang familiar dan memiliki kepedulian tinggi," ungkap dosen Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia yang akrab disapa Ega ini, Rabu (25/11).
Kerendahan hati alm. Atar tidak bisa dipungkiri Ega. Ega mengaku bahwa saat terakhir kali menjenguk sekitar tiga bulan lalu, Atar senantiasa berusaha memberikan penghargaan kepada koleganya. "Pada saat kami menjenguk, beliau berusaha untuk duduk meski dalam kondisi yang susah," katanya. Berkat kepedulian dan penghargaan itu, Ega mengungkapkan dirinya dan rekan sekerja sangat dekat dengan alm. Atar.
"Sapaan akrab kami untuk beliau adalah Babe. Kedekatan itu nyaris membuat sekat dengan beliau sangat lemah, nyaris tidak ada," ungkap Ega.
Lebih lanjut, keproduktifan alm. Atar dalam menulis menjadi inspirasi bagi Ega. Sehingga, dalam kiprahnya menulis, Ega mengaku inspirasi terbesarnya adalah alm. Atar. Tidak hanya dirinya, teman-teman lain yang produktif menulis pun turut terinspirasi oleh alm. Atar.
"Selain inspirator menulis, saya menganggap beliau sebagai bapak sekaligus kawan bergurau," akunya.
Kepergian Atar adalah kehendak Allah swt., Gani mengatakan bahwa ia berharap agar buku-buku alm. Atar menjadi ladang amal ibadah yang bermanfaat bagi alm.. "Saya berharap agar amal ibadahnya memberikan keringanan, kenyamanan, kemudahan, kebahagiaan, dan hal positif lainnya di alam sana," tutupnya.
Penulis: Fitri Wijaya*
Editor: Fitri Aziza
Komentar (0)