Sebelum tulisan habis, teruslah menulis
Begitu bahan habis, berhentilah menulis
Hari ke-4 pelaksanaan Pelatihan Penulisan Esai Tingkat Remaja se-Sumatra Barat di Pusat Dokumentasi dan Kebudayaan Minangkabau, Kamis (19/11), Gus TF Sakai selaku pembimbing memberikan kebebasan peserta untuk menulis esai sesuai dengan tema dan masalah yang telah dikuasai.
Untuk menulis esai yang renyah dan diminati pembaca, seorang esais perlu mengetahui kiat-kiat menulis esai. Pertama selalu memperbaharui cara pandang. Dengan mengubah cara pandang dan selalu melakukan pembaharuan, ide yang akan dituliskan tidak akan pernah habis."Yang penting dalam tulisan kita adalah argumen," tegas Gus TF
Yang kedua, memahami dan menggali tema tulisan sedalam-dalamnya. Ketiga, peduli terhadap bidang yang kita minati, misalnya kita lebih suka menulis esai politik dibandingkan sosial. Maka, teruslah menulis tulisan-tulisan politik yang sudah dikuasai. Keempat, latihan. Berlatih menulis terus-menerus akan menambah keahlian dalam menulis esai.
Dalam sebuah esai semakin banyak pandangan penulis didalamnya, semakin bagus tulisan. "Esai itu sangat unik dan penyampaiannya bebas," tutupnya
Penulis: Maida Yusri*
Editor : Dwi Suharadita*
Komentar (0)