Niat baik UNP untuk memiliki kafe sehat nampaknya belum bisa terealisasi tahun ini. Pasalnya, meskipun pembangunan gedung yang akan digunakan untuk kafe sehat ini telah rampung, namun pada kenyataannya belum ada tanda-tanda beroperasinya kafe sehat yang berlokasi di belakang rektorat UNP ini.
Hal ini disesalkan Silvina, mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris TM 2007. Menurutnya, UNP sudah seharusnya memiliki kafe dengan standar kebersihan yang terjamin. Ia juga mengatakan letak kafe mestinya berada pada lingkungan yang bersih. "Kebanyakan kafe di area kampus terletak di pinggir selokan," ujarnya, Rabu (15/6).
Hal senada juga disampaikan Sherly, mahasiswa Fakultas Bahasa dan Seni yang lebih memilih untuk makan di luar area kampus. Hal ini dikarenakan letaknya yang lebih strategis dan terjamin. "Saya biasanya makan di kafe-kafe dekat simpang Labor dan Sambalado," tuturnya, Rabu (15/6).
Salah seorang pemilik kafe di belakang rektorat yang biasa dipanggil Babe mengakui para pemilik kafe di belakang rektorat menolak menempati gedung baru yang memang disiapkan untuk kafe sehat dengan alasan tingginya harga sewa. "Ruangannya memang ber-AC, tapi uang sewanya mencapai 20 jut per-tahun," ungkap pemilk kafe Babe Remaja ini, Senin (20/6). Tak hanya masalah harga, ukuran ruangannya yang tak begitu luas juga menjadi alasan keengganan para pemilik kafe di belakang rektorat ini untuk pindah ke gedung baru yang letaknya berdekatan dengan kafe-kafe yang sekarang mereka tempati.
Menangapi hal ini, Pembantu Rektor II UNP, Prof. Dr. Nizwardi Jalinus, M. Ed., menjelaskan kafe sehat UNP memang belum bisa dioperasikan meskipun pembangunan gedungnya telah selesai. Beberapa hal teknis seperti lampu, AC dan air yang belum dipasang menjadi salah satu kendalanya. "Selain itu, kami juga mengusahakan agar kafe sehat ini dilengkapi wifi, jadi mahasiswa bisa makan sambil diskusi dan belajar dengan kondisi yang nyaman." jelasnya, Rabu (21/6).
Nizwardi menambahkan kafe ini akan siap pakai pada 2012. Nantinya para pemilik kafe ini akan dibebankan sebesar 15 juta per-tahunnnya. Namun, ia beranggapan harga sewa ini sebanding dengan sarana dan kualitas yang disediakan. Keadaan kafe yang nantinya bersih, ber AC, memiliki pengairan yang lancar dan listrik yang memadai serta fasilitas wifi akan membuat mahasiswa betah berada di kafe. "Tentunya ini sebanding dengan keuntungan yang akan didapatkan pemilik kafe nantinya." Tutup Nizwardi yang ditemui di ruangannya. Sari
Komentar (0)