Awan hitam yang menutupi langit dan rintik hujan yang tak begitu deras menjadi bagian dari perjalanan sebagian pengunjung menuju Pelataran Parkir Lapangan Tenis Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Padang (UNP).
Tampak sebuah panggung acara lengkap dengan alat musik drum dan gitar di atasnya. Serta tenda-tenda barak yang menjadi stand pameran foto yang diadakan oleh Unit Kegitan Film dan Fotografi (UKFF) UNP memenuhi sudut-sudut pelataran parkir lapangan tersebut. Di sana diadakan pameran foto arsip UKFF dan pameran 50 karya terbaik yang terpilih dalam lomba foto dengan tema Semua tentang Ayah.
Selaku ketua pelaksana, Muhammad Rezky mengatakan ada 200 foto yang merupakan foto arsip UKFF sejak 2010 hingga sekarang. "Dan 50 foto terbaik dari 36 orang peserta lomba foto yang terseleksi," ungkapnya, Senin (16/11).
Jumlah peserta yang terdaftar mengikuti lomba sebanyak 77 orang dan 213 jumlah foto. Setiap peserta yang mengikuti lomba berhak mengirimkan maksimal 5 foto, kemudian diseleksi menjadi 50 karya terbaik. Ada 10 karya yang terpilih sebagai kandidat pemenang lomba yang akan diumumkan pada Rabu malam (18/11).
Tiga juri yang ditunjuk dalam lomba ini ialah Zulkifli, Stringer Europian Pressphoto Agency. Juri kedua, Julihendra selaku Ketua Minangkabau Photographers dan Budi Ramadhan yang merupakan Wakil Ketua Minangkabau Photographers dan juga Fotografer UKFF. Kriteria pemenang lomba di antaranya kesesuaian dengan tema, hal yang menarik, dan teknik pengambilan gambar (komposisi foto).
Sedangkan untuk pemilihan tema, Muhammad Rezky mengatakan UKFF mengangkat tema Semua tentang Ayah karena bertepatan dengan Hari Ayah Nasional pada 12 November lalu. Lebih lanjut ia mengatakan, selama ini yang orang tahu pahlawan itu hanyalah seorang ibu. Namun kini UKFF mencoba mengangkat hal baru, yaitu hari ayah. "Kami adakan lomba tentang ayahnya sendiri," ujarnya.
Sari Syafitri sebagai pengunjung pameran mengungkapkan dengan adanya pameran foto ini kita bisa melihat kreativitas mahasiswa. Dari foto yang diambil kita bisa melihat sisi lain dari seorang ayah. "Saya berjalan dibawah hujan demi pameran Semua tentang Ayah," pungkasnya.
Penulis: Okta Vianof*
Editor: Novarina Tamril
Komentar (0)