"Dengan menulis saya membaca, dengan berbicara saya mendengarkan, dan dengan mengajar saya belajar"-Surianto Rustan
Surianto Rustan, seorang graphic designer, penulis, pembicara seminar, dan dosen di beberapa universitas memberikan materi tentang desain grafis dan layout di hari ke empat Pelatihan Keterampilan Jurnalistik Tingkat Lanjut Nasional (PKJTLN) Surat Kabar Kampus Ganto (SKK) Universitas Negeri Padang, Rabu (11/11).
Pada pemaparan materi yang berlangsung di Ruang Sidang Mes UNP kampus cabang Bukittinggi, Surianto mengatakan bahwa tujuan dari desain antara lain sebagai riset, strategi, dan visualisasi. Sedang untuk area desain terbagi atas beberapa bagian yaitu identify, package, dan promotion. Selain itu, desain grafis juga memiliki beberapa komponen yang terdiri dari garis, bentuk, warna, testur cahaya, ilustrasi/gambar, huruf/tipografi, dan ruang (space).
Lebih lanjut, Surianto menjelaskan bahwa desain grafis memiliki kekuatan yang sangat menguntungkan. Sebab, desain mempermudah seseorang untuk mengingat tentang suatu hal. Jika dibandingkan, seseorang akan lebih mudah mengingat gambar daripada tulisan. Sebagai contoh, Lambang Negara Indonesia yaitu burung garuda yang oleh sebagian besar orang dianggap sekedar symbol. Padahal, lambang tersebut adalah hasil dari suatu desain yang menyatukan bangsa yang sangat luas.
Sedangkan, layout memiliki komponen-komponen lain, yaitu teks, gambar, dan invisible element. Ketika melayout, ada beberapa jenis kolom yang digunakan yakni grid, modular grid, manuscript grid,dan hierarchical grid. Kemudian, untuk kriteria layout bisa saja berbeda. "Pembuatannya berdasarkan apa tujuannya dan siapa penontonnya, jelas Surianto.
Dalam pemaparan materi juga diperlihatkan kesalahan yang sering terjadi seperti jumlah konten, posisi, background, jenis huruf, sifat huruf, jarak, lebar baris, test print, style guide dan eksplorasi. Hal ini sering bermasalah sebab melayout bukanlah hal yang mudah dilakukan sehingga jumlah konten tulisan terkadang berlebihan dan dipadatkan pada saat melayout. Selain itu, saat melayout sering terjadi posisi yang tidak rata dan seimbang, background yang tidak sesuai dan sering kontas, jenis huruf yang tidak sesuai dengan tulisan. "Sehingga hasil layout tidak memuaskan," jelas Surianto.
Penulis: Rif’il Husniyah *
Editor : Dwi Suharadita*
Komentar (0)