Pada tanggal 3 April lalu, Fakultas Ekonomi (FE) UNP menetapkan peraturan baru. Peraturan tersebut antara lain ruang perkuliahan hanya dibuka ketika ada jam perkuliahan saja dan hanya bisa dibuka dosen yang akan mengajar mata kuliah.
Seiring diterapkannya peraturan tersebut, beberapa mahasiswa merasa kurang nyaman. Pasalnya, seringkali mahasiswa terpaksa harus duduk di luar ruangan ketika dosen belum datang. Hal ini disampaikan mahasiswa Ekonomi TM 2008, Wildayanti. Hal senada juga dirasakan Vivi Afriani. Menurutnya kursi yang disediakan di luar ruangan tidak mencukupi untuk menampung jumlah mahasiswa yang menunggu ruang kelas dibuka. "Kami harus bersempit-sempit duduk sambil menunggu dosen datang," ungkapnya Rabu, (5/4). Jumlah kursi yang disediakan disetiap lantai hanya empat sampai enam rangkai kursi dengan kapasitas lima orang untuk satu rangkai kursi, jumlah ini tentu tidak sebanding dengan jumlah mahasiswa yang membutuhkannya.
Menurut Kepala Bagian Perlengkapan dan Umum FE, Zamrud, A.Md., peraturan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan inventaris ruangan. Sebelum diberlakukannya aturan tersebut, sudah banyak inventaris ruangan yang rusak dan bahkan hilang. Setiap semester bagian perlengkapan harus mengganti banyak kursi kuliah akibat rusak, tambahnya. Di samping itu, di beberapa ruangan perkuliahan sudah dipasang LCD permanen."Tentunya pengamanan yang lebih memadai sangat diperlukan," ujarnya Selasa (4/4).
"Setiap pekerjaan yang dilakukan tentu ada resikonya" ungkap Pembantu Dekan FE, Prof. Dr. Yunia Wardi, Drs. MSi., Kamis, (15/4). Namun, resiko tersebut akan terus diminimalisir, tambahnya. Ia juga mengatakan untuk mengurangi keributan, kunci ruangan juga boleh diambil mahasiswa dengan sepengatahuan dosen yang bersangkutan. Menurutnya selain untuk meningkatkan keamanan inventaris, peraturan ini juga diterapkan sebagai salah satu upaya untuk menjadikan Fakultas Ekonomi lebih baik lagi. Ica
Komentar (0)